Beauty, Review, Sponsored post

Review Scarlett Brightly Essence Toner

Haii. Btw plis banget semoga kalian ga bosen ya baca postingan blogku belakangan ini karena lagi lagi aku bakal review produk skincare dari Scarlett Whitening. Setelah beberapa bulan ini pakai rangkaian produk skincare Scarlett, kali ini aku tergoda untuk mencoba varian terbaru dari Scarlett, yaitu Scarlett Brightly Essence Toner. Mereka nih kek ga ada jedanya gitu yaaa ngeluarin produk baru wkwk. Scarlett Essence Toner bukan cuman toner biasa, tapi toner ini mengandung essence which is manfaatnya lebih banyak dari toner pada umumnya

PACKAGING

Scarlett Brightly Essence Toner ini dibungkus dengan box persegi panjang berwarna pink dengan design yang Scarlett banget. Pokoknya kalau kamu udah sering liat produk Scarlett, kalian pasti bakal ngeh kalo itu produk Scarlett tanpa baca brandnya sekali pun. Botol essence toner ini terbuat dari bahan plastik dengan emboss Scarlett di bagian atas kemasan. Begitu buka bungkusnya, aku langsung salfok sama bulir-bulir boba yang ada di dalamnya. Dari segi packaging, aku suka sih model pump dari essence toner ini, jadi produknya gabakal keluar terlalu banyak ataupun terlalu sedikit. Udah gitu ukuran botol 100 ml ini juga terlalu besar, travel friendly lah pokoknya.

TEKSTUR

Seperti toner-toner pada umumnya Scarlett Brightly Essence Toner ini teksturnya cair, bening, tidak lengket, dan cepat menyerap dikulit. Bagiku sih kayak ada efek dingin dingin gimana gitu setelah diaplikasikan ke wajah. Beberapa orang sih bilang ada sensasi cekit-cekit atau tingling ketika pertama kali pemakaian Scarlett Essence Toner, tapi aku gak ngerasain itu sih, yaaa cuma kerasa dingin dan fresh aja.

INGREDIENTS AND BENEFITS

Ingredients : Aqua, Glyceryn, Niacinamide, Hamamelis Virginiana (Witxh Hazel) Leaf Extract, Vitis Vinifera Fruit Water, Butylene Glycol, Phenixyethanol, Propanediol, Sodium Chloride, PEG-40 Hydrigenated Castor Oil, 1,2-Hexanediol, Hydroxyethyl Urea, Dmdm Hydantoin, Disodium edta, Allantoin, Propolis Extract, Pentylene Glycol, Methyl Diisopropyl Propionamide, Ethylhexylglycerin, Sodium Lactate, Sodium PCA, Gellan Gum, Ascorbyl Glucoside, Caprylhydrocamic Acid, Aminomethyl Propanol, Urea, Chondrus Crispus Powdee, Crocus Sativus Flower Extract, Glutathione, Agar, Glyceryl Aceylate/Aceylic Acid Copolymer, Raphanus Sativus Root Extract, Tephrosia Purpurea Seed Extract, Aceylates/C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer, Tromethamine, PVM/MA Copolymer, Sodium Benzoate, Ethanolamine, Citric Acid, Potassium Sorbate, Glycine, Fructose, Inositol Lactic Acid, 2-Aminobutanol, CI 73360, CI 77891.

Sesuai dengan namanya, Brightly Essence Toner ini punya manfaat utama yaitu mencerahkan kulit. Selain itu, Essence Toner ini memiliki kandungan bahan aktif Glutathione, Vitamin C yang berkhasiat selain mencerahkan kulit wajah juga meningkatkan produksi kolagen, Witch Hazel Extract yang membantu meredakan peradangan dan mengencangkan pori-pori, Jeju Propolis Extract yang dapat meregenerasi kulit dan membuat tekstur kulit wajah jadi halus dan kenyal), Niacinamide untuk menyamarkan pori-pori, Grape Water untuk membantu melembabkan, menenangkan serta  menyegarkan kulit dan  Allantoin dengan sifat antiiritasi di dalamnya.

Butiran-butiran mirip boba di dalam Scarlett Brightly Essence Toner ini apa sih?

Jadiii, beads atau mini boba atau butiran-butiran pink cantik di dalam essence toner ini bukan hanya hiasan lho! Beads ini mengandung active ingredients yang banyak banget manfaatnya untuk kulit, yaitu Phyto Squalene yang khasiatnya sebagai anti peradangan atau antiinflamasi yang bisa mengurangi kemerahan serta pembengkakan pada kulit yang berjerawat.

Scarlett Essence Toner ini aman untuk digunakan  karena sudah teregritasi BPOM, juga bebas dari bahan berbahaya merkuri dan hydroquinon. Oh ya, satu lagi nih Scarlett Essence Toner ini cruelty-free lho. Produk ini pun aman digunakan untuk ibu hamil dan menyusui, dengan catatan dianjurkan konsultasikan dahulu dengan dokter ya sebelum pemakaian.

HOW TO USE

  • Gunakan Scarlett Essence Toner setelah mencuci wajah.
  • Tuangkan Scarlett Essence Toner secukupnya pada telapak tangan atau pada kapas (kalau aku lebih prefer menggunakan telapak tangan langsung).
  • Lalu usap dan tepuk-tepuk secara perlahan pada kulit wajah.
  • Biarkan essence toner menyerap sempurna.
  • Lanjurkan skincare regime kamu, seperti serum dan moisturizer.

Lebih baik lagi kalau kamu menggunakan rangkaian face care lainnya dari Scarlett Whitening agar produk bekerja dengan sempurna.

REVIEW

Udah dua mingguan aku nyobain produk ini dan so far aku udah ngerasain perbedaan yang signifikan sejak awal pemakaian Scarlett Brightly Essence Toner ini. Kulitku jadi benar-benar lembab dan lebih kenyal dari sebelumnya. Biasanya aku ngerasain kulit aku lembab gitu kalau setelah menggunakan serum dan moisturizer, tapi ini hanya dengan menggunakan Scarlett Brightly Essence Toner doang aku udah bisa langsung ngerasain kulit aku lembab dan terhidrasi.

Scarlett Brightly Essence Toner ini adalah produk wajib yang harus digunakan dalam skincare routineku karena multifungsi banget dan lebih efisien dalam penggunaannya, gak perlu ribet-ribet step toner dan essence yang terpisah. Ditambah dengan kandungan aktif di dalamnya yang banyak manfaatnya.

WHERE TO BUY

Buat yang penasaran sama essence toner ini, kalian bisa dapetin di Shopee Official Scarlett Whitening atau bisa cek instagram mereka di @scarlett_whitening. Kalian juga bisa pesen via Whatsapp mereka di  0877-0035-3000.

Semoga review kali ini cukup bermanfaat. If there’s anything you want to ask, don’t hesitate to leave a comment below.

Sampai jumpa di review selanjutnya ya!

Beauty, Review, Sponsored post

My Updated Skincare Routine Selama Hamil with Scarlett Whitening

Bulan lalu aku udah sempet share skincare routine ku selama hamil. Nah kali ini rangkaiannya ku update lagi karena ada tambahan 1 skincare baru, tapi tetep dari Scarett Whitening tentunya.  FYI sampe saat ini tipe kulitku tetep normal to dry, dan permasalahn kayak kulit kusam dan kering perlahan mulai menghilang semenjak aku pakai rangkaian skincare Scarlett Whitening ini.

Rangkaian skincare scarlett whitening brightly ever after

Varian Scarlett Whitening yang aku pakai tetep yang Brightly Ever After, tapi kali ini ada tambahan glowtening serum. Glowtening serum ini adalah serum terbaru dari Scarlett. Kalau udah ada kata-kata yang berbau glowing glowing gitu aku suka langsung penasaran pengen coba 😀

Soo, kurang lebih sekarang urutan pemakaian skincare Scarlett Brightly Ever After yang kupakai jadi kayak gini:

Scarlett Whitening Facial Wash

Scarlett Brightening Facial Wash

Seperti biasa, pertama-pertama tetep kita awali dengan cuci muka dengan face washnya scarlett whitening yang gemes banget ini. FYI aku baru aja memasuki botol kedua soalnya aku pakainya lumayan boros wkwkwk. Ya gimana ga boros, abis enak sih face washnya. Dia tuh tipikal face wash yang ga begitu berbusa, dan setelah dibilas ga ninggalin efek keset atau ketarik sama sekali. Malahan, kulitku jadi lembab banget. Temen temen yang punya kulit kering pasti bisa relate dong ya gimana gaenaknya pake sabun muka yang bikin kulit kering dan terlalu keset dimuka? Huhuhu.

Scarlett Brightly Ever After Serum

Scarlett Brightly Ever After Serum

Step selanjutnya setelah cuci muka adalah memakai Scarlett Brightly Ever After Serum. Nah berhubung aku sekarang pakai 2 serum, jadi aku selang-seling gitu pakainya. Kalau pagi aku pakai serum yang ini. Kenapa kok gitu? Karena Scarlett Brightly Ever After Serum ini konsistensinya lebih cair dan lebih cepat meresap, jadi enak kalau dipakai pagi-pagi, ga akan berat kalau mau ditimpa sama daycream, sunscreen, ataupun makeup. Kurang lebih kayak gini perbandingan konsistensi antara brightly ever after serum dan glowtening serum.

kiri: glowtening serum, kanan: brightly ever after serum

Sebenernya kedua serum ini bisa dipakai pagi dan malam, bahkan kalau kalian mau layering kedua serum untuk dapat efek whitening dan glowing secara bersamaan juga gapapa banget. Cuma akusih nyamannya dipakai selang-seling gitu.

Scarlett Whitening Glowtening Serum

Scarlett Whitening Glowtening Serum

Berhubung produk ini sama sekali belom pernah ku tulis reviewnya, jadi sekalian aku review dikit yaaak mentemen. Packaging serum ini adalah botol plastik doff berwarna putih, 11 12 lah tampilannya sama serum yang brightly ever after. Untuk mengambil produk didalamnya juga sama-sama pakai pipet pump.

Kemasannya glowtening serum ini juga praktis dan mini gitu dengan isi 15 ml. Harganya pun sama yakni Rp 75.000. Kalian juga gaperlu khawatir karena serum ini sudah terdaftar di BPOM, bebas merkuri dan hydroquinon, non-alkohol, fragrance free, dan juga cruelty free.

Scarlett Whitening Glowtening Serum punya buanyakk manfaat yaitu mencerahkan kulit wajah, membantu untuk membuat kulit jadi lebih glowing, memudarkan noda bekas jerawat, membuat kulit menjadi lebih sehat, menyamarkan garis-garis halus dan flek hitam, dan menenangkan sekaligus memperbaiki skin barrier. Buanyak banget kaaan? Ya dong, bahan  yang terkandung juga oke sih, yaitu Tranexamide Acid, Niacinamide, Aloe Vera Extract, Allantoin, Licorie Extract, Calendula Oil, Geranium Oil dan Olive Oil.

Konsistensi glowtening serum

Scarlett Glowtening Serum mempunyai konsistensi yang kental dan warnanya putih. Serum ini lebih kental dibandingkan serum yang brightly ever after. Saking kentalnya rasanya agak sulit untuk ngambil serumnya. Aku harus beberapa kali pencet pipetnya baru deh keambil produknya. Sekali keambil pun cuma dikit produknya. Tapi gamasalah juga sih, serumnya tetep bisa dipakai dan efeknya tetep terasa dimuka. Nah karena teksturnya yang lebih thick ini lah yang bikin aku jadi lebih suka pakai malam hari dibandingkan pagi hari. Tapi kalau kalian mau pakai pagi dan malam gapapa banget sih. Bahkan dilayer serum lain pun gapapa.

Scarlett Brightly Ever After Day Cream

Scarlett Brightly Ever After Day Cream

Masih sama kayak sebelumnya, selanjutnya aku pakai day creamnya. Scarlett Brightly Ever After Day Cream ini udah kupakai sebulan lebih dan beneran enak cuy dimuka. Kulitku jadi lebih cerah, sehat, dan nggak kusam lagi. Aku bahkan udah nyetok cadangannya juga takut keburu soldout pasca Scarlett collab sama Song Jong Ki cuy. Pokoknya manfaat dari kandungan yang ada di daycream ini, yakni Glutathione, Rainbow Algae,  Rosehip Oil, Poreaway, Triceramide, dan Aqua Peptide Glow bener-bener kerasa banget di aku.

Just in case kalian belum baca postinganku sebelumnya, Scarlett Brightly Ever After Day Cream ini teksturnya cenderung cair. Tapi cukup sedikit aja udah cukup buat semuka. Jadi dengan isi 20 gram seharga Rp 75.000 ini bisa dipakai lumayan lama, lebih dari sebulan masih belom abis kok.

Scarlett Brightly Ever After Night Cream

Scarlett Brightly Ever After Night Cream

Untuk malam harinya, sebagai penutup rangkaian skincare malamku aku pakai Scarlett Brightly Ever After Night Cream. Efek dari penggunaan setelah sebulanan pake ini, mukaku lebih glowing dan lembab pas bangun tidur. Apalagi sebelumnya aku pakai glowtening serumnya. Bangun-bangun udah berasa cantik. Rasanya tinggal pakai lipstik dan gaperlu mandi juga udah pede wkwkwkw.

Konsistensi cream malam ini lebih kentel gitu, jadi efek melembabkannya dapet banget buat kulitku yang kering ini. dan ini juga tipikal cream yang a little goes along the way alias secuil aja udah cukup buat semuka. Jadi dengan isi 20 gram seharga Rp 75.000 ini juga bisa dipakai lumayan lama. Ngirit kaaan buuuund.

Conclusion

Kesimpulanku masih sama, rangkaian Scarlett Whitening Brightly Ever After ditambah dengan glowtening serumnya bikin kulit mukaku makin sehat. Aku sih puas sama hasil yang aku dapetin. Repurchase? Yesss kalo aku mah. Ini juga udah nyetok kok 😀

Where To Buy

Buat yang mau nyobai varian Scarlett Brightly Ever After, kalian bisa dapetin produk mereka di Shopee Official Scarlett Whitening atau bisa cek instagram mereka di @scarlett_whitening. Kalian juga bisa pesen via Whatsapp mereka di  0877-0035-3000

Semoga review kali ini cukup bermanfaat. If there’s anything you want to ask, don’t hesitate to leave a comment below.

Sampai jumpa di review selanjutnya ya!

Beauty, Review

Review The Face Shop Herb Day 365 Master Blending Cleansing Cream Acerola and Blueberry

Pertengahan Agustus kemarin aku dimintain tolong beli sabun muka buat Mas Andra, soalnya sabun muka dia udah abisbisbis ampe tube-nya dipenyok-penyokin buat ngeluarin isinya. Sebenernya ini kurang afdol soalnya tubenya gasampe digunting dan dikorekin isinya pake jari. Sabun muka yang biasa dipake Mas Andra tuh The Face Shop Herb Day 365 Master Blending Cleansing Foam Acerola. Selama pemakaian 2 taun ini dia udah ngabisin 3 tube dan gamau ganti sabun lain, gatau deh siapa yang awalnya rekomendasiin produk keluaran Korea ini ke dia. *eaa jealous lau Nad?

Setelah barangnya datang dan ku unboxing, aku sama sekali ga ada bad feeling apa-apa. Pokoknya hal aneh baru terjadi ketika Mas Andra lagi cuci muka terus ngeluh kalo sabunnya licin dan gak berbusa. Hmm kinda sus nih. Terus akhirnya kita baca tulisan ditubenya dan ternyata tube yang lama tulisannya cleansing foam, sedangkan yang kubeli tulisannya cleansing cream. Hhhh kesyeeeel salah beli.

Tapi walaupun salah beli, kita tetep pake The Face Shop Herb Day 365 Master Blending Cleansing Cream Acerola and Blueberry kok, soalnya di rumah cuma ada micellar water buat bersiin kotoran di wajah, yaa itung-itung biar bisa direview juga.

Packaging

The Face Shop Herb Day 365 Master Blending Cleansing Cream Acerola and Blueberry dikemas dalam tube plastik berwarna putih dengan tutup fliptop berwarna putih juga. Designnya simple dan gak norak sih, cuman ada gambar buah yang nunjukin variannya. Dari segi bentuk persis kayak tube facial foamnya, bedanya si facial foam tutupnya warna hijau tua (new packaging, dulu mah sama sama putih juga). Walaupun dari segi tutup lumayan aman, tapi dengan isi 170 ml ini lumayan gede dan kurang praktis untuk dibawa traveling.

Description

Mengutip dari official website mereka, The Face Shop Herb Day 365 Master Blending Cleansing Cream Acerola and Blueberry ini adalah oil-based cream cleanser yang cocok untuk kamu dengan kulit kering, atau sebagai first cleanser untuk mengangkat makeup dan sisa sunscreen. Cleansing cream ini mengandung bahan-bahan herbal dan ekstrak buah yang menutrisi kulit. Kandungan Acerola & Blueberrynya dapat membantu mencerahkan sambil membersihkan kulit kamu tanpa efek kering.

Berhubung kulitku normal cederung kering dan nggak acne prone, aku cukup cocok pakai cream cleanser ini. Sebenernya claim produknya sih for all skin types, tapi kalau misal kalian kulitnya acne prone aku saranin untuk lebih hati-hati aja soalnya cleanser jenis oil-based gini cenderung mudah menyumbat pori-pori kulit, takutnya malah break out.

Ingredients

Mineral Oil, Water, Cetyl Ethylhexanoate, Glycerine, Cetearyl Alcohol, Octyldodecanol, Glyceryl Stearate, PEG-100 Stearate, Polysorbate 60 Sorbitan Stearate, Caprylyl Glycol Dimethicone, Lilium Candidum Flower Extract, Aspalathus Linearis Extract, Salvia Officinalis (Sage) Leaf Extract, Borago OFficinalis Extrac Centaurea Cyanus Flower Extract, Anthemis Nobilis Flower Extract, Malphighia Punicifolia (Acerola) Fruit Extract, Vaccinium Angustifolium (Blueberry) Fruit Extract, Euterpe Oleracea Fruit Extract, Phylanthus Emblica Fruit Extract, Potassium Cocoyl Glycinate, Carbomer, Tromethamine, Trisodium EDTA, Butylene Glycol, Eclipta Prostrata Extract, Moringa Oleifera Seed Oil, Melia Azaorachta Leaf Extract, Parfum/Fragrance.

Untuk kalian yang kulitnya super sensitive, kalian coba check dulu ya apakah ada ingredients diatas yang sekiranya bisa jadi potential irritant bagi kulit kalian, kayak fragrance misalnya. Kulitku sih soalnya kulit badak, jadi so far dipakein apa aja masih aman.

How to use

Hal lain yang bikin aku ngeh kalo salah beli produk adalah cara pemakaian cleanser yang ada di belakang kemasan: dispense a sufficient amount and apply evenly over entire face. Massage until makeup dissolves and wipe with a tissue. Finish with foaming cleanser. Ini mah kayak bersihin muka viva milk cleanser, sih.

Tapi aku cukup menikmati proses membersihkan wajah pake cream cleanser ini, soalnya enak aja gitu mijet-mijet muka sambil ngerasain creamnya melt dimuka. Udah gitu dia gak sticky sama sekali dan gak ada wangi yang mengganggu, ya secara kandungan fragrancenya emang paling sedikit sih. Pas abis dibersihin pakai tissue pun langsung ga ada sensasi lengket, malah kayak abis pake moisturizer aja rasanya.

Conclusion

Setelah hampir satu bulan pemakaian (walaupun ga tiap hari pakai sih, hehehe) aku ga ngerasain ada efek negative apa-apa. Dia cukup oke buat bersiin muka kalau misal aku abis pakai makeup, soalnya kadang aku pakein micellar water lagi tuh kapasnya tetep bersih gitu. Tapi aku belum pernah nyobain gosok-gosok sisa mascara dan eyeliner pakai ini ya, lebih baik pakai yang khusus eye makeup remover aja. Tapi so far sih dia wanginya gak menyengat dihidung dan gak bikin mata pedes, jadi moment mijat-mijat mukanya bisa lebih lama dan lebih maksimal buat ngangkat kotoran dimuka.

Cleansing cream/oil-based cleanser emang biasanya relatif lebih mahal daripada micellar water/water-based cleanser. The Face Shop Herb Day 365 Master Blending Cleansing Cream Acerola and Blueberry dengan isi 170 ml harganya adalah Rp 110.000 (di ecommerce bisa lebih murah around 80-90ribu-an), sebenernya lumayan affordable ya karena abisnya bakal lumayan lama, kecuali kamu tiap hari makeup an tebel yang butuh berkali kali bersiin muka.

So, will I repurchase this product? Hmm maybe no. Sebenernya ini produknya enak beneran sih, but I think I’ll find a more affordable product on the market. Emak emak harus mulai berhemat cuy. Tapi aku tetep kasih dia rating ⭐⭐⭐⭐☆/⭐⭐⭐⭐⭐ for its cleansing ability, cause like what I’ve said, it’s just that good.

Segitu dulu ya review kali ini. Sampai ketemu direview selanjutnya ❤

Beauty, Sponsored post

OMG Ternyata Scarlett Whitening Collab Sama Song Joong Ki?!

Belakangan ini kalau mau cari tau berita apa yang lagi viral, pasti aku langsung check Twitter. Kalian pada gitu juga gaksih? Kayak beberapa waktu yang lalu pas Felicya Angelista ngidam pengen video call sama artis korea dan kesampean, beuh langsung deh pada heboh semua. Well, siapa sih yang gamau video call sama idola mereka?

Beberapa hari belakangan ini, following twitterku pada kompakan ngetweet hal yang sama yaitu tentang adanya brand lokal Indonesia yang bekerjasama dengan artis Korea. Wuiih siapa lagi nih? Siapa tau aku juga pakai produknya, lagian tau sendiri orang Indonesia kalo udah ada produk yang collab sama artis korea langsung pada bar-bar nyerbu barangnya dan auto sold out dimana-mana.

Daaaan ternyata, makin kesini yang bertebaran udah bukan lagi cuma tweet berisi tulisan doang cuy, tapi udah ada spoiler berupa screenshoot foto salah satu artis korea sambil pegang salah satu body care. Jujur sih ini aku familiar banget sama produknya karena emang udah aku pakai sejak lama, dan bahkan pernah aku review juga bulan kemarin. Kalian bisa baca reviewnya disini.

Yaaak betul, Scarlett Whitening collab sama artis korea cuuuuy! Wah gilaa produk lokal kesayanganku makin berkembang. Selain range produknya yang makin banyak, ternyata range pemasarannya pun makin luas juga. Perasaan baru kapan launching produk body care baru, terus launching toner baru, eh sekarang dah ada kejutan lagi dengan collab sama artis korea yang katanya bakal jadi star ambassadornya Scarlett Whitening.

Terus kira-kira siapa kah kira-kira artis koreanya? Nah ternyata artis korenya itu adalah Song Joong Ki, salah satu pemeran pria di drama korea berjudul Vinzenzo yang tayang di Netflix. Sok-sok tanya padahal dari judul tulisan ini juga udah ketauan gaksih apa brandnya dan siapa artis koreanya hahaha. Pantesan ya waktu itu Felicya Angelista sempet video call an segala, sekalian bahas collab ini juga kali yaaa selain karena emang beneran ngidam?

Jadi meskipun spoiler yang bertebaran cuma nampilin setengah wajah doang, tapi dari senyum dan bentuk tubuh doi aku yakin banyak yang udah pada bisa nebak sih. Bahkan nama Song Joong Ki dan Scarlett pun sempet masuk trending topic twitter karena banyak yang ngomongin soal ini. Pada excited sama collabnya jugaaaa kan?

Setelah aku scroll tweet-tweet yang ada, aku nemuin beberapa tweet lucu mulai dari yang khawatir kalau harga Scarlett bakal naik setelah Song Joong Ki jadi star ambassadornya, atau produk Scarlett bakal susah dicari. Cukup make sense sih, secara pasti lumayan mahal juga untuk bisa kerja sama dengan Song Joong Ki. Tapi dari sini, aku juga liat kalau Scarlett Whitening ini udah bener-bener jadi brand lokal yang berkembang pesat dan semakin strong karena udah bisa kerja sama dengan artis sekelas Song Joong Ki. Good job, Scarlett Whitening!

Kalo aku pribadi sih ya, dengan dipilihnya Song Joong Ki sebagai star ambassador Scarlett aku juga berharap kedepannya makin banyak cowok yang aware kalau pakai skincare itu penting, dan kalau rangkaian body care dan face care Scarlett itu bisa dipakai sama cowok atau pun cewek. Suamiku juga sebenernya suka pakai body scrub dan body lotionnya Scarlett sih. Tinggal nyuruh pakai face carenya aja yang masyaallah susah bun, ada aja alasannya. Kira-kira gimana ya bund untuk nyuruh suami biar rajin skincare-an? *lah malah curhat*

Jujur aku penasaran banget dengan bentuk collab yang akan dilakuin Scarlett kedepannya selain menjadikan Song Joong Ki sebagai star ambassadornya. Apakah akan ada varian baru lagi, special package specially curated by Song Joong Ki, special gift, atau special discount kah? Atau mungkin bakal ada sesi video call untuk pengguna setia Scarlett yang beruntung? *mulai halu* wkwkwk. Etapi kita mah dibonusin photocard Song Joong Ki juga udah kegirangan kok.

Btw siapa disini yang udah gasabar nunggu berita selanjutnya dari Scarlett Whitening? Sambil nunggu kelanjutan collabnya, sambil check out produk Scarlett aja yuk. Kalian bisa dapetin produk mereka di Shopee Official Scarlett Whitening atau bisa langsung cek official Instagram mereka di @scarlett_whitening. Kalian juga bisa pesen produk mereka via Whatsapp di 0877-0035-3000.

#ScarlettXSongJoongKi #GlowingWithScarlett #Scarlettwhitening #SeeTheBeautyInEverydayThings

journaling, Life

My Journaling Activity in 2021

Haiiii! Kalau misal kalian follow Instagramku, kalian mungkin sering liat aku upload content seputar journaling; baik di story atau pun feeds. Pertama kali aku upload journalku tuh kayaknya awal 2017 deh, jaman masih pakai DIY notebook ala Midori gitu. Tahun 2018 sampai 2019 aku sempet on-off journaling karena mager sampai akhirnya beneran aktif lagi dengan cukup konsisten di pertengahan 2020 sampai sekarang.

Kali ini aku mau update lagi seputar journaling activity ku di tahun 2021 sekalian nunjukin beberapa printilan journaling yang aku pakai, dan juga sedikit cerita soal kelas, webinar, ataupun workshop journaling yang pernah aku ikutin. Loh ada webinar dan classnya? Ada dong! Kayaknya dimasa pandemi gini banyak banget gaksih online class dan webinar yang menarik bermunculan? Btw kalo ada yang punya info kelas menarik boleh banget share di comment section, siapa tau ada yang butuh.

Mungkin sebagian ada yang masih bertanya-tanya, journaling itu apaansih? Journaling itu pada dasarnya mirip mirip sama nulis diary. It’s an activity where you can pour your thoughts, feelings, emotions, whatnots into a writing in the hope that you can understand and process them better. Dan sama halnya kayak diary, journaling pun bisa dilakuin bebas kapan aja sesuka kamu. Mau diisi setiap hari, seminggu sekali, sebulan sekali juga gapapa. Intinya: bebas!

Aku pribadi ngisi journalku sesuai kebutuhanku, jadi isi tiap bulannya bisa beda konsepnya. Tiap akhir bulan aku selalu bikin monthly spread untuk diisi sama kegiatan bulan berikutnya. Punyaku sih isinya so far cuma jadwal webinar seputar kehamilan dan journaling, jadwal check up ke dokter atau puskesmas, yoga class, atau apa aja yang menurutku penting untuk diingat. Isinya juga cuma singkat aja, ga ada penjelasan yang detail karena emang spacenya juga terbatas. Biasanya cuma aku tulis “Webinar prenatal yoga 4pm via zoom with Gaia“. Kurang lebih kayak gini monthly speadku untuk bulan September, 1 halaman full untuk cover pagenya, dan halaman sebelahnya untuk tabel tanggalnya.

Selain monthly spread, kadang aku juga bikin weekly spread kalo aku lagi ngerasa minggu itu banyak yang harus aku notes, atau kalau misal aku lagi pengen tau gimana keadaan hatiku dengan nulis rutin tiap malam, even though itu cuma 1 sampai 3 kalimat pendek. Karena ini dibuat sesuai kebutuhanku, jadi dalam sebulan aku ga selalu bikin weekly spread tiap minggu, kadang cuma minggu pertama, kedua, pokoknya pretty much up to me. Bagiku ga ada keharusan untuk selalu nulis kalau emang dirasa lagi ga ada yang perlu ditulis.

Taun 2020 aku selalu bikin weekly spread tiap minggu, dan pada saat aku skip gak bikin template untuk 1 minggu, rasanya kek dah gagal gitu dalam journaling. Terus endingnya aku malah jadi berhenti journaling karena ngerasa “yah kelewat seminggu, dah gak oke nih journalku”. Hayoo siapa yang kayak gini juga? Padahal mah ya gapapa kali skip nulis seminggu, toh ga ada yang bakal nilai journal kita isinya kayak gimana. Dan alasan ini juga sih yang bikin banyak orang ragu untuk mulai journaling: takut gak bisa konsisten nulis, atau takut bosen ditengah jalan. Tapi ya gapapa sih, wajar, I’ve been through that phase as well, even a few times.

Terus apa yang aku lakukan? Jadi, setelah aku suka ikut journaling class atau webinar journaling dan dapet insight baru, I changed my journaling style. Yang awalnya pakai template yang harus diisi tiap hari dalam seminggu berubah jadi journal suka-suka. Even sisi virgoku yang ribet, banyak mikir, dan a little too perfectionist mulai bisa menerima kalau my journal is my very personal space dimana aku bisa bebas nulis apa aja dan kapan aja, tanpa harus mikirin sisi estetiknya, in fact it can be ugly too. Kadang aku nulis cerita setengah halaman, dan setengah halamannya aku isi dengan hiasan. Kadang aku isi dengan journaling challenge yang aku dapet dari grup komunitas journaling di telegram. Btw ngehias journal tuh bisa jadi cara untuk self-healing dan untuk mengasah kreatifitas juga. Well, even though my journal is not that pretty, I still like it ❤

Speaking of journaling class, pertama kali aku ikut tuh sekitar bulan Maret 2021. Waktu itu, salah satu temen Instagramku ngadain online workshop dan kebetulan materinya adalah Intentional Journaling yang diisi oleh kak Maya (@Lulana__) owner dari Soleluna Shop. Selain dapet materi, kita dapet journaling kit yang gemes untuk dipake pas sesi journaling bareng. Oiya buat yang penasaran, nama akun IG online workshopnya adalah @tumuci_, kalian bisa check langsung karena workshopnya macem-macem, gak cuma journaling doang. Dan untuk kak Maya, dia juga suka ngadain journaling class dan journaling session baik yang gratis ataupun berbayar. Aku juga join Community Lulana Life punya kak Maya di telegram, biar nambah temen untuk share seputar per-journaling-an juga. Ini lumayan banget untuk nambah motivasi dalam journaling.

Selain join komunitas journaling, hal yang bikin semangat dalam journaling adalah printilan yang gemes a.k.a colorful brushpens, cute stickers, washitapes, various kind of papers etc. Benda-benda ini yang biasanya aku pakai untuk ngehias journalku. Aku biasanya beli di shopee, random aja sih beli di store manapun yang penting ongkirnya gak mehong atau free ongkir. Kalian bisa juga check shopeenya Soleluna Studio karena kak Maya juga jual notebook, sticker lucu, healing tea, dll. Aku sih penasaran banget sama notebooknya soalnya kertasnya tuh HVS 160 gsm, lebih tebel dari notebook pada umumnya.

Gemees kan yaaa printilannya? Tapiii, perlu kalian notes bahwa benda-benda ini adalah penunjang journaling yang seharusnya membantu kamu dalam ngehias journalmu, bukannya malah ngeribetin dan bikin kamu ngerasa terbebani untuk ngehias journal in certain way dengan benda tersebut. Banyak kok yang journalnya polosan, cuma ditempel sticker kecil kecil, atau cuma pake brushpen untuk hand lettering atau gambar hiasan. Carilah journaling style yang bikin kamu nyaman. Sok iye banget gak sih advicenya? Hahaha padahal mah dulu aku juga kayak gini, ribet ama hiasan terus jadi mager nulis, atau kalau pas hiasannya jelek jadi ilang moodnya. Sekarang sih alhamdulillah dah gak gitu sejak menerapkan mindset our journal can be ugly.

Btw sekarang aku pakai 2 notebook; 1 untuk journaling biasa, dan 1 lagi pregnancy journal specially dedicated to mochi (panggilan kesayangan untuk janin di dalam perutku hihihi) untuk nulis hal yang terjadi di masa kehamilanku. Notebook yang ku pakai dua duanya A5 dan dotted ya, soalnya aku kurang suka yang ruled ataupun polos. Notebook yang hitam merknya bukuqu dan jenis kertasnya HVS 100 gsm jadi enak kalo ditempel sticker, sedangkan yang coklat dari leonpaperworks dengan kertas bookpaper 72 gsm, jadi kurang tebel untuk ditempel sticker apalagi kalau nempelnya pakai lem, tapi overall masih enak kok untuk nulis.

Yang hitam untuk journal hiasa, yang coklat untuk mochi

Buat temen-temen yang mau mulai journaling, especially yang udah nyiapin buku dan printilannya, semoga kalian bisa segera mulai ya. Mungkin kalian bisa coba pakai journaling prompts sebagai pancingan tulisan kalian. Coba deh check pinterest juga, banyak banget insponya. Kalian juga bisa ceritain kegiatan atau perasaan kalian dihari itu selayaknya diary kalian jaman SD dulu, well that’s pretty much what I’ve been doing up until now. Malah kadang aku cuma nulis quote bagus yang ku temuin di Instagram, as a reminder aja gitu.

Semoga tulisanku kali ini cukup membantu temen-temen yang penasaran akan journaling, ya. Atau kalau ada yang suka journaling juga, boleh banget share pengalamannya di comment section, siapa tau menambah insight untukku dan yang lainnya. I would always love to learn anything from anyone!

See you on the next post 💕