Nyobain Makanan Vegetarian di Warung Kitasuka Vegetarian

Tahun 2019 adalah tahunnya icip-icip makanan enak. Mungkin kalau diitung-itung, pengeluaran terbesar adalah untuk jajan, entah itu karena tergiur promo GrabFood, pengen nyobain tempat makan baru sama Febri, atau biar ada bahan untuk dipost di instagram kita berdua yaitu @enaknyamakanapaya. Kira-kira tahun 2020 ini akan jadi tahun yang gimana ya? Apakah akan diisi dengan makan-makan enak dan traveling lagi? Atau harus bekerja keras dan berhemat? Atau akan menjadi tahun untuk beristirahat dan rehat dari segala aktifitas yang membuat lahir dan batin ini lelah? Entahlah ya~ mari kita lihat saja, yang penting tetap bahagia.

Btw, ada satu tempat makan yang aku dan Febri datengin sekitar akhir tahun 2019 yang berkesan tapi belum sempet ku tulis. Kita tau tempat ini secara ga sengaja, atau lebih tepatnya Febri nemuin tempat ini ketika lagi nyari makan di GoFood, secara kita selalu bingung mau makan apaan wkwkwk. Pas itu kita liat menu-menu makanannya kok kayaknya enak, kok kayaknya lucu buat foto-foto, kok kayaknya tempatnya asik. Abis itu kita langsung stalk instagramnya (@kitasukaidea) dan langsung penasaran sama tempatnya. Nama tempatnya adalah Warung Kitasuka Vegetarian.

Processed with VSCO with a6 preset

Sesuai namanya, Warung Kitasuka Vegetarian ini menjual makanan untuk vegetarian. Tapi tenaang, menu makanan disini cukup variatif kok. Sejujurnya kita udah sempeting browsing menu makanan disini ada apa aja dan baca beberapa reviewnya, biar lebih meyakinkan dan milih menunya juga ga kelamaan. Soalnya waktu itu aku mampir jam 12:00 dan harus masuk kerja jam 14:00 alias takut telat cuuuy. Kok ngga datang pagian ajaa? Yaaa maunya sih gitu, tapi mereka bukanya dari jam 12:00-20:00 dan tutup setiap hari senin. Alamatnya ada di Jl. Roto Kenongo, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul. Gampangnya cari google maps wae lah. Aku aja yang jaraknya cuma 3 KM tetep pakek google maps karena emang gatau ada tempat ini sebelumnya. 

Lokasi warung kitasuka ini ada di jalan perkampungan tapi gak sulit ditemuin kok, udah gitu dari luar bangunannya tampak berbeda dengan cat warna kuning dan beberapa lukisan/mural (??? idk its name).

Processed with VSCO with a6 preset
Tampak luar dari Kitasuka Vegetarian

Dari pintu gerbang, kalian akan masuk ke area parkir motor. Begitu liat-liat lebih ke dalem lagi, hal yang kita liat bukanlah meja dan kursi untuk makan melainkan semacam bulk store yang ngejual banyak banget pernak-pernik, tote bag, kalung, sedotan stainless, notebook, pouch, pink salt, almond, postcard dan barang-barang handmade lainnya yang gemes gemeeeees. Kayaknya ini gabungan dari beberapa penjual gitu deh. For more info bisa lihat di instagram @kitasuka.store. Aslii lucu-lucuuu banget barang-barangnya.

Processed with VSCO with a6 preset
Beberapa barang yang ada di bulk store Kitasuka Store
Processed with VSCO with a6 preset
Situasi di dalam bulk store~

Zuzur aku sama Febri sempet agak bingung pas masuk, kita wondering “dimana tempat makannya?” “jangan-jangan tutup”. Tapi ternyataaaa tepat di belakang bulk store ini kayak ada gang kecilll banget, dan itu adalah jalan untuk menuju ke warungnya. Aku sempet nggak yakin kalau ini adalah jalannya, tapi ya emang ngga ada jalan lagi wkwkw.  Setelah tanya ke mbak-mbak cashiernya eh gataunya bener. Setelah melewati lewatin gang itu, ada tangga turun untuk area makannya.

Processed with VSCO with a6 preset

Jadiii tempat makannya itu ada di joglo yang di dalamnya disusun beberapa meja dan ada bantalan untuk kita duduk. Tempat makannya outdoor dan langsung bisa lihat ke sungai. Mana disekitarnya ada banyak pepohonan juga, gileee gileee bener-bener enak banget buat ngadem dan menenangkan diri karena suasananya sepi dan sejuk. Saranku sih jangan pas lagi buru-buru makan disininya, biar bisa maksimal nikmatin ambiencenya. Selain joglo, ada juga sih meja berpayung dan kursi yang disusun di area sekitar joglo, view ke sungainya lebih jelas dari sini. Tapi untuk makan sih aku lebih prefer di joglonya aja. Kurang lebih suasananya kayak gini:

Processed with VSCO with a6 preset
Area joglo kitasuka vegetarian.  Luas, bisa buat gegoleran atau makan sambil kayang.
Processed with VSCO with a6 preset
Salah satu meja di joglonya. Bisa buat nugas atau ngerjain kerjaan
Processed with VSCO with a6 preset
Ada buku dan games yang bisa kalian cobain
Processed with VSCO with  preset
View nya langsung ke sungai

Okedeh, biar postingannya ga kepanjangan, ini dia menu makanan dan minuman yang ada di Warung Kitasuka Vegetarian per tanggal 26 Desember 2019 ya. Kita fotoin selengkap lengkapnya biar bisa buat itung-itung budget kalau mau kesini *karena akupun suka begitu*

Processed with VSCO with a6 presetProcessed with VSCO with a6 presetProcessed with VSCO with a6 preset

Makanan yang kita pesen adalah:

– Rames Terong (26k)

– Spaghetti (25k)

– French Fries with Spinach Sauce (17k)

– Fruit Cup (20k)

– Passion Hoci (17k)

– Chia Seeds Vanilla (20k)


Itu udah lumayan buanyak gak sih pesennya? Tapi sebenernya kita sempet galau mau nambah menu tempe mendoan/bakwan (15k) atau engga, soalnya takut kenyang bego, tapi kok yaa pengen coba juga. wkwkwk.

Processed with VSCO with a6 preset

Makanan utama yang ku pesan adalah Rames Terong. Well, kenapa kok rames terong? Yaa karena aku suka terong, apalagi kalau terongnya digoreng crispy atau dibumbu balado. Suka sedih akutuh kalau ada yang ngatain terong gaenak. Oiya, satu porsi rames terong ini lumayan banyak juga lho soalnya isinya ada terong (of course, duh), telur, bunga kol yang dibikin capcay, sop, kerupuk, dan nasinya ituuu lhooo pake nasi merah yang bikin auto kenyang. Biarpun difoto kelihatannya nasinya cuma sedikit, percaya lah itu bikin kenyang.

Processed with VSCO with a6 preset
Rames Terong Kitasuka Vegetarian

Dari segi rasa, aku suka sih sama terongnya. Bumbunya kerasa, walaupun katanya mereka gapake MSG dan lain-lain tapi rasa masakannya enak kok, begitupun untuk pelengkap lainnya. Sesekali makan sehat tanpa micin.

Makanan yang dipesen Febri adalah spaghetti. Berhubung ini warung vegetarian tentunya spaghettinya bukan yang ada saus bolognese dengan daging. Menurut deskripsi yang ada di buku menunya sih spaghetti with vegetable, tomato basil sauce and garlic cracker. Kapan lagi ya kan makan spaghetti pake krupuk~. Dari foto yang kita liat di Instagram sih porsinya ngga begitu banyak ya, makanya kita pesen snack lain biar kenyang. Gataunya…..porsinya gede juga cuy.

Processed with VSCO with a6 preset

Rasa spaghettinya enak juga ternyata. Dan lagi lagi, bumbunya gak hambar sama sekali. Ya cuman emang ngga senendang kalau makan spaghetti yang ada daging-dagingnya itu sih. Tapi ini tetepp enaaaak dan super ngenyangin apalagi dengan porsi yang sebuanyak ini. Untuk harga 26k, ini worth it.

Baca juga: Icip-Icip Makanan di JiwaJawi Jogja: Hidden Gem di Selatan Kota Jogja

Untuk minumannya, aku pesen Passion Hoci dan Febri pesen Chia Seeds Vanilla. Nah tapi karena pas itu vanilla sirupnya lagi abis, jadi diganti sama sirup lain tapi aku lupa namanya. Minuman yang kita pesen sama-sama enak dan nyegerin sih, yang Passion Hoci beneran kerasa rasa passion fruitnya dan rasanya lebih manis dari yang chia seeds vanilla. Ataukah karena Febri mengaduk minumannya tidak sampai homogen? Tapi jujur aja untuk minumannya aku lebih amaze ke sedotannya, karena mereka udah pake sedotan stainless. Good job, kitasuka!

Processed with VSCO with a6 preset

Biarpun dua menu diatas plus minumannya sebenernya udah bikin kenyang, tapi kita udah terlanjur pesen dua menu lain yaitu French Fries with Spinach Sauce dan juga Fruit Cup yang wajib kita habiskan wkwkkw padahal mah kentangnya datang paling duluan dan fruit cupnya datang paling akhir sampe kita lupa kalau masih ada 1 menu yang belum datang.

Processed with VSCO with a6 preset
French Fries with Spinach Sauce

Sumpeeeh yaaa ini lucu banget saos kentangnya pake bayam. Aku kurang tau ya bikinnya gimana, sepertinya diblender karena saking lembutnya. Rasanya unik dan kayak ada rasa bawangnya gitu. Duh aku kurang yakin ya bahan sausnya apa aja tapi yang jelas rasana enak!!! Gaberasa lagi makan bayam. Rasa sausnya asin-asin gimana gitu. Kalau kentangnya ya seperti kentang pada umumnya. Aku tertarik sama ini karena penasaran sama saus bayamnya. Cobain menu ini deh kalau makan disini.

Processed with VSCO with a6 preset

Akhirnya sampai juga di menu terakhir yaitu Fruit Cup. Fruit Cup ini isinya potongan 4 jenis buah dan dikasih topping ice cream vanilla. Waktu itu buah yang kita dapet adalah semangka, pear, anggur, dan buah naga. Perpaduan warna buahnya cantik sih, kalau untuk rasanya ya selayaknya rasa buah yang diberi es krim, yang jelas enak dan nyegerin. Tapi sayang pas itu kita udah keyang bego jadi kurang menikmati moment makan fruit cup ini. Seharusnya tuh ya, makan fruit cup ini doang tuh udah lumayan ngganjel perut lho.

Baca juga: Makan Siang Enak di Aroma Kasongan

Secara keseluruhan, aku sangat menikmati pengalaman makan siang di Warung Kitasuka Vegetarian. Menu makannya emang beneran enak, ngenyangin, ditambah lagi suasana tempat makannya bener-bener bikin nyaman. Udah gitu harga makannannya juga masih affordable. Ditambah lagi ada bulk storenya. Bisa makan sambil beli-beli printilan handmade yang gemes. Untuk rasa makannya, scorenya kalau aku sih 8.5/10, dan untuk tempatnya 9/10.

Apakah aku akan kembali lagi? Yes, karena pengen nyobain menu yang lainnya, especially pengen ke bulk storenya karena kemarin belum sempet beli apa-apa.

Kalau kamu, mau cobain kesini juga nggak?

Makan Siang Enak di Aroma Kasongan

Selama ini Kasongan dikenal sebagai pusat kerajinan gerabah. Jadi jangan heran kalau di area ini banyak ditemui toko-toko yang memajang kerajinan gerabah. Tiga tahun belakangan ini, selain gerabah di Kasongan juga udah mulai banyak toko yang menjual perabotan rumah tangga yang kekinian dan ada beberapa tempat makan baru yang enak buat nongkrong atau sekedar bersantai sambil nikmain suasana alam di Kasongan.

Salah satu tempat makan yang aku cobain yaitu Aroma Kasongan yang beralamat di Jalan Kasongan Raya 69 Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, atau kurang lebih 250 meter dari gerbang Kasongan. Tempat ini ada di kiri jalan ya kalau kalian datang dari arah gerbang Kasongan, gampang ditemuin deh pokoknya apalabi kalo ngikutin Google Maps yang terhomat.

Berhubung Aroma Kasongan ini berada di jalan Kasongan yang mana merupakan akses jalan untuk aku pergi kuliah atau kerja, jadi hampir tiap hari selalu lewat di depannya. Mungkin udah ada tiga tahunan kali ya Aroma Kasongan ini beroperasi, tapi aku baru sempe icip-icip rabu minggu lalu (13/11).

Processed with VSCO with a6 preset

Yeaayy akhirnya kesampean juga untuk makan siang disini! Setelah kita memarkirkan motor di halaman parkirnya yang lumayan luas untuk motor, akhirnya kita masuk ke bangunannya dan liat liat ada apa aja di dalamnya.

Processed with VSCO with a6 preset
Halaman depan Aroma Kasongan

Aroma Kasongan yang Unik dan Menenangkan~~

Kalau kalian liat dari luar, bangunan Aroma Kasongan ini terbilang tidak terlalu besar, namun begitu kalian masuk teryata di dalam terdapat cukup banyak meja dengan berbagai hiasan di meja dan dinding yang unik yang tertata dengan sangat cantik. Jadi mereka ini punya ruang indoor dan semi-outdoor gitu. Ruang indoornya ada dibagian depan, dihiasi berbagai pernak pernik antik. Sedangkan bagian semi-outdoor ada dibagian belakang dimana pengunjung dihadapkan view sawah, dan ada kolam ikannya jua yang menamba nuansa adem di Aroma Kasongan ini.

Processed with VSCO with a6 preset
Bagian depan/indoor di Aroma Kasongan

Kita akhirnya memilih untuk duduk di bagian belakangnya, biar lebih adem aja sih kena angin sepoi-sepoi dari sawah sambil denger gemericik suara air di kolam ikannya, secara Jogja lagi super panas banget cuy belakangan ini. Gangerti lagiiiii.

Processed with VSCO with a6 preset
Bagian belakang/semi-outdoor di Aroma Kasongan

Selain kita, disana kebetulan lagi ada bule yang lagi belajar bahasa Indonesia gitu. Entah mereka udah berapa lama duduk situ. Gak lama kemudian datang lagi 2 orang bule yang makan disana, tapi di meja yang berbeda. Ini tempatnya emang enak buat duduk ngobrol berlama-lama gitu sih. Hawanya bikin ga pengen pulang saking ademnya dan nenangin banget.

Processed with VSCO with a6 preset
Beberapa pengunjung Aroma Kasongan

Menu Makanan dan Minuman di Aroma Kasongan

Setelah dirasa mendapat tempat yang pas, akhirnya kita mulai untuk pilih-pilih menu makanan dan minumannya. Tentunya, kita foto-foto juga dong daftar menunya. Untuk makanan utamanya sih semuanya makanan jawa rumahan gitu dari mulai Nasi Campur Jawa, Gado-gado, Nasi Goreng Aroma, Opor Ayam, Kari Ayam Pedas, dan ada juga dalam bentuk rice bowlnya, tapi tetep dengan menu jawanya. Oiya mereka juga nyediain Nasi Campur untuk Vegetarian loh, it’s a plus! Untuk harga menu utamanya berkisar antara IDR 25.000-40.000. Sedangkan untuk menu tambannya berkisar antara IDR 5.000-25.000.

Processed with VSCO with a6 preset
Menu Makanan di Aroma Kasongan

Untuk menu minumannya, Aroma Kasongan menawarkan beberapa varian kopi, jus, dan minuman lain yang unik seperti lidah buaya, twinning tea, green tea, dan infused water. Harga minumannya berkisar antara IDR 10.000-20.000.

Processed with VSCO with a6 preset
Menu Minuman di Aroma Kasongan

Setelah memilah-memilah menu makanan dan minuman, akhirnya pilihanku jatuh ke Nasi Campur Jawa dengan Sate Lilit Tuna seharga IDR 40.000 dengan minuman Infused Water (timun + lemon + mints) seharga IDR 10.000. Febri sih pesen Nasi Campur Aroma dengan Ayam Kecap Pedas seharga IDR 40.000 dengan minuman green tea (dengan campuran madu, mints, dan earuk nipis) seharga IDR 15.000. Kita juga gak lupa pesen carrot cake nya yang katanya the best carrot cake in Jogja seharga IDR 25.000.

Gak butuh waktu lama untuk nunggu makanannya datang ke meja kita, dan kita pun langsung sempetin untuk ambil beberapa foto sebelum icip icip menunya.

Processed with VSCO with a6 preset
Menu makanan yang kita pesan di Aroma Kasongan

Btw mereka cukup unik dalam hal penyajian makannya. Makanan yang aku pesan alias Nasi Campur Jawa dengan Sate Lilit Tuna ini ditaruh diatas piring bulat berbahan…apa ya? Kayak kaleng, seng, apalaah itu, pokoknya mirip bahan gelas jadul yang warnanya hijau loreng-loreng putih punya kakek/nenek kalian gitu. Seporsi Nasi Campur Jawa dengan Sate Lilit Tuna ini terdiri dari Nasi + Tempe + Lodeh Kampung + Bihun + Sambal Ikan Teri Kacang + Sate lilit tuna. Honestly, porsi lauknya lumayan banyak buatku. Mungkin porsi lauknya bisa dikurangin dan porsi nasi nya ditambah. Tapi untuk rasanya sih enak banget. Sate lilitnya juaraaaa!

Processed with VSCO with a6 preset
Nasi Campur Jawa dengan Sate Lilit Tuna Aroma Kasongan

Untuk minumannya, aku puas sih sama Infused Waternya soalnya emang beneran nyegerin dikala jogja lagi panas-panasnya. Mintsnya beneran ngademin banget. Waktu itu aku lagi emang gatertarik sama minuman jus-jus yang ada dan lagi pengen yang seger-seger, dan si Infused Waternya emang senyegerin itu.

Processed with VSCO with a6 preset
Infused Water Aroma Kasongan

Menu yang dipesan Febri yaitu Nasi Campur Aroma dengan Ayam Kecap Pedas terdiri dari Nasi + 2 jenis sayuran (waktu itu sih tumis sawi tahu dan satu sayur yang ada kemanginya yang kita sama-sama gatau itu apaan) + Terong Balado + Sambal + Ayam Kecap Pedas. Berhubung cowokku ga doyan terong, jadinya aku barter pakai tempe gorengku wkwk. Rasa terongnya ya seperti rasa terong pada umumnya ya, tapi ayam kecapnya enak sih kalau dari yang aku cicipin. Febri sih bilang daging ayamnya lembuuut. Tapi dia agak kurang cocok sama sayurnya, tapi kalo dipikir-pikir dia emang kurang suka sayur lagi, apalagi kalo sayurnya asanya lumayan asing dilidah dia.

Processed with VSCO with a6 preset
Nasi Campur Aroma dengan Ayam Kecap Pedas Aroma Kasongan

Sebagai anak green tea, udah kuduga si Febri bakal pesen Green Tea. Tapi ini bukan kayak green tea latte ya, ya emang Cuma teh hijau aja dicampur madu dan jeruk nipis dan mints. Rasanya lumayan nyegerin sih, tapi mints nya gabegitu kerasa. Febri sih lebih suka punyaku katanya.

Processed with VSCO with a6 preset
Green Tea Aroma Kasongan

Sebagai penutup menurutku Carrot Cake ini wajib dicoba buat pencuci mulut sih. Biarpun ukurannya terlihat kecil, kayak cupcake gitu, tapi ini lumayan bikin kenyang juga lho even dimakan berdua. Udah gitu taburan almondnya dan creamnya bener-bener enak banget dan gak enek. Tekstur rotinya emang agak rapuh gitu, dan kalian bisa rasain ada serpihan wortel di dalam kuenya *yaiyala namanya juga carrot cake, bukan eggplant cake* yang menambah rasa untuk dari carrot cake ini. Kalau kalian mau ngemil sehat bisa nih cobain carrot cakenya!

Processed with VSCO with a6 preset
Carrot Cake Aroma Kasongan

Processed with VSCO with a6 preset

Ya kurang lebih begitu lah ya pengalaman kita selama nyobain makanan di Aroma Kasongan. Secara keseluruhan, menurut aku pribadi nilai yang aku kasih buat Aroma Kasongan ini adalah 8.5/10 untuk makanannya dan 9/10 untuk tempatnya. Mungkin kalau kalian main ke Jogja bagian selata, bisa nih mampir ketempat ini dan langsung cobain sendiri makannya.

Icip-Icip Makanan di JiwaJawi Jogja: Hidden Gem di Selatan Kota Jogja

Dari sekian banyak tempat makan yang ada di Jogja, entah kenapa kadang aku tuh suka bingung mau makan apaan. Kalian juga suka pada ngerasa gitu gak sih? Kalau pas lagi sama Febri nih, kita tuh sering buanget kelamaan mikir sampe akhirnya makan ketempat yang itu lagi itu lagi (biasanya sih ini terjadi karena aku males mikir dan Febri suka ngalah dengan makan ketempat yang sama). Tapi, beberapa minggu belakangan ini kita semacam punya perjanjian untuk nyobain makan ditempat yang belum kita coba alias Febri udah gakmau makan kesitu lagi kesitu lagi wkwkwk. Maaf ya beb, I used to drag you to go to the same place over and over again.

Setelah perjanjian itu kita sepakati, referensi kuliner kita mulai bertambah banyak dan kita mulai sering jajan kesana kemari. Cieeilehh, buang-buang duit ceritanya. Tapi nih ya ngeselinnya si Febri, dia tuh suka ngeledekin dan nyindirin aku karena kurang berkontribusi dalam memberikan ide dan gagasan tempat makan yang mau didatengin. Tapi giliran aku ngasih ide, eh dianya gamau, terus ntar beberapa lama kemudian dia nawarin tempat itu dan ngaku-ngaku kalau itu adalah ide dia. Pancen kampreeett kok kowe ki. Untung sayang.

Setelah ketinggalan score lumayan jauh dari Febri, akhirnya aku inget kalau ada satu tempat deket rumah yang pengen aku datengin dan langsung buru-buru bilang ke Febri untuk cobain makan disitu. Tanpa banyak basa basi, dipertemuan selanjutnya kita langsung nyobain untuk dateng kesini. Gatau deh ya Febri beneran mau karena interested atau kasian sama aku. Nama tempatnya adalah JiwaJawi Jogja

Lokasi JiwaJawi Jogja

JiwaJawi ini beralamat di Jl. Bangunjiwo Podo Asih, Salakan, Bangunjiwo, Kec. Kasihan, Bantul. Tapi di kartu namanya alamatnya tuh Banyutemumpang RT 01, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Tapi yasudahlah ya tida perlu diperdebatkan dan diambil pusing yang penting anda cukup mengetik JiwaJawi Jogja di google maps dan mengikuti petunjuk jalan yang ada di lokasi sambil terus berdoa. Insha allah sampai dengan selamat.

Lokasinya emang nggak deket sama pusat kota, cocok buat kalian yang lagi pengen makan dengan suasana yang tenang dan jauh dari hingar bingar suara kendaraan. Berikut aku kasih link locationnya biar gak kesasar

Honestly ini lokasinya emang beneran di desa dan agak mblusuk. I wonder how people know this place, well I know because they do a good promotion on internet and stuff but, yeah I’m still wondering because I knew this place pertama kali dari postingan blog orang yang lagi liburan ke Jogja. Dan tempat ini pun masih tergolong baru karena baru buka bulan februari tahun 2019 ini, belum ada 1 tahun. Meanwhile I live in the same district as this place (only 4 kilo meters away or less) and had zero idea about this place. Memang saya kudet sekali ya astaga.

By the way, berhubung ini lokasinya bukan di jalan utama, jadi kalian harus perhatikan petunjuk jalan yang ada. Tapi tenang, mereka selalu masang petunjuk jalan disetiap belokan ketika kalian udah masuk ke area jalan desa.

Processed with VSCO with a6 preset

Processed with VSCO with a6 preset

Suasana di JiwaJiwa Jogja

Ketika kalian udah sampai di lokasinya, kalian akan disambut dengan gerbang yang unik. Untuk masuk ke gerbangnya kayak semacam jembatan gitu dan ada kolam di bawahnya, entah sih itu kolam apaan. Setelah ngelewatin gerbang, kalian bakal liat pekarangan yang lumayan luas dengan banyak pepohonan yang rindang dan meja kursi di beberapa sudutnya. First impressionnya… wow luas banget ini tempatnya. Sejuk dan masih asri banget. Bener-bener hidden gem di Jogja belahan selatan yang selalu dikatain pelosok sama Febri.

Processed with VSCO with a6 preset
Pintu Gerbang JiwaJawi Jogja
Processed with VSCO with a6 preset
Halaman depan JiwaJawi Jogja

Beberapa langkah memasuki gerbang, kita dikasih tau sama bapak bapak yang lagi nyapu untuk langsung masuk ke arah Joglonya kalau mau pesen makanan. Area Joglo JiwaJawi ini lumayan gede juga. Banyak meja dan kursi berukuran besar yang tertata rapi disini. Waktu itu kayaknya lagi ada rombongan yang makan siang disana, dan mereka pada milih tempat di Joglo ini.

Processed with VSCO with a6 preset
Area Joglo JiwaJawi Jogja

Setelah minta daftar menu ke bagian kasirnya, kita langsung masuk ke bagian lain dari JiwaJawi ini. Jadiiii setelah ngelewatin joglo kasir, kalian bakal sampai di area balkonnya. Disini pun areanya masih rindang banget. Enak banget sih kalau makan disini sambil nugas atau meeting syantik. Soalnya beneran seenak itu. 

Processed with VSCO with a6 preset
Area balkon JiwaJawi Jogja

 

Pas itu ada beberapa orang yang makan di area balkon, jadi kita mutusin untuk turun ke bawah, ke area taman gitudeh. Area taman ini lumayan luas sih, ada bangunan dengan tembok dari bebatuan tepat dibawah balkon yang ternyata adalah coffee shopnya, dan ada beberapa meja dan kursi yang terbuat dari batu yang disusun sedemikian rupa menjadi meja makan. Dan karena taman ini berbatasan langsung sama area kebun gitu, jadi bener-bener berasa makan di hutan wkwkw. Plusnya adalah suasananya sejuk dan santai banget, minusnya adalah aku sempet bentol bentol karna digigit serangga/nyamuk.

Processed with VSCO with a6 preset

Sumpah deh saking luasnya dan saking banyak area makannya, aku sampe bingung ngejelasinya. Kalian kayaknya harus cobain langsung makan kesini dan muterin semua area yang ada.

Menu Makanan dan Minuman di JiwaJawi Jogja

JiwaJawi Jogja ini menawarkan menu yang lumayan variatif, meskipun semuanya adalah indonesian food ala masakan rumahan. Menu selengkapnya silahkan check gambar dibawah ini ya!

Processed with VSCO with a6 preset
Sebagian menu makanan di JiwaJawi Jogja
Processed with VSCO with a6 preset
Sebagian menu minuman di JiwaJawi Jogja

Untuk urusan minuman, mereka juga menawarkan banyak variasi minuman mulai dari jus, berbagai jenis kopi, teh, coklat, dan minuman tradisional dengan istilah yang unik. Kalau kalian ga paham sama menunya, nanti akan ada mas mas disana yang dengan senang hati menjelaskan menunya. Untuk lihat menu makanan dan minuman lainnya, langsung ke Instagram mereka aja ya di @jiwajawijogja

Makanan yang aku pesan adalah Ayam Suwir Kecombrang (IDR 40.000) karena disebelah tulisannya ada simbol cabenya yang menandakan bahwa menu isi pedas. Febri sih pesen Ayam Tangkap (IDR 40.000), dia juga pesen sambal bawang (IDR 3.000) karena menu yang dia pilih ga pedes. Dasar gakbisa banget ya makan yang gak pedes pedes.

Untuk menu Ayam Suwir Kecombrangnya, suwiran ayamnya lumayan banyak sih tapi rasanya kurang pedes kalau untuk aku. Tapi beneran deh suwirannya itu buanyaaak. Udah gitu ada lauk lainnya juga kayak nangka muda yang direbus dan dicacah halus dan dikasih bumbu, ada kacang dan ikan kecil kecil juga, kerupuk udang, plussss sambal matah. Sambal matahnya lumayan strong sih dibanding sambal matah yang biasa aku makan. Porsi nasinya biarpun terlihat kecil, tapi kalau udah dicampur sama lauk yang lain surprisingly banyak juga sampeee bikin kekenyangan. Dari 1-10, untuk rasa makannya aku kasih 8 deh.

Processed with VSCO with a6 preset
Ayam Suwir Kecombrang

Kalau untuk menu Ayam Tangkapnya, rasanya mirip mirip ayam goreng buatan rumahan tapi ada rasa bumbu rempahnya. Dia bentuknya bukan ayam utuh ya, tapi udah dipotong-potong. Sebagai pelengkap ada semacam bunga pepaya yang udah ditumis/dibumbui, sambal matah, dan juga kerupuk. Menurut Febri sih rasanya agak kurang nendang, ga seenak menu Ayam Suwir Kecombrangnya katanya wkwk. Nilainya kata Febri 7 ajadeeeh.

Processed with VSCO with a6 preset
Ayam Tangkap

Untuk menu minumannya, aku pesen Forever Young (IDR 30.000) yang merupakan campuran apple, ginger, dan lime. Entah apa yang ada dipikiranku pokoknya aku pengen pesen minum dengan nama yang aneh-aneh aja. Febri sih pesen Kawista (IDR 25.000) yang merupakan perpaduan antara sirup soda, lime, sama batang serai/sereh kalau orang jawa bilang.

Processed with VSCO with a6 preset

Untuk rasa dari Forever Youngnya sih nyegerin abisss. Asem kecut seger gimana gitu. Tapi kalau kata Febri aneh sih rasanya. Mana dia yang nyobain duluan lagi, kan jadi bikin deg-degan eike. Untungnya tapi pas diminum enak enak aja kok, malah aku bingung kenapa kata dia aneh rasanya wkwk. Kalau untuk Kawista yang dipesen febri sih ya enak enak ajasih, cuman menurutku terlalu manis. Tapi nyegerin juga sih apalagi ada aroma dari serehnya.

Kesimpulan

Untuk rasa makanannya baik punyaku ataupun punya Febri bagiku sih enak enak aja. Tipe masakan rumahan banget, tapi sentuhan yang lebih modern. Untuk harganya ya harga standar kalau kalian makan di resto/cafe gitu sih ya, bukan tipe jajanan yang biasa ku beli karena aku adala pecinta makanan murah meriah wkwk. Nah untuk tempatnya, ini yang paling menang banget sih. Tempatnya tuh nyaman dan tenang banget. Udah gitu unik aja gitu bangunannya. Kalau kalian mau makan rame-rame sambil reunian disini bisa banget sih. Untuk tempatnya aku kasih nilai 9, kalau dari Febri 8. Intinya aku sih suka sama makanan dan minuman yang aku pesen. Tempatnya juga bener-bener such a hidden gem di area Jogja bagian selatan.

Kalau kalian main ke Jogja, kira-kira bakalan nyempetin mampir kesini dan nraktir aku gak nih?

Ehehe

 

Nyobain Menu Baru Combo Richeese Black: Versi Dark Mode dari Richeese Factory

“Richeese black enak ngga?” tiba-tiba Febri nanyain hal itu ketika dia bingung mau makan apa tengah malem. Aku yang gatau menau soal itu langsung kebingungan dong yaaa, dan akhirnya check di google dan gofood juga untuk memastikan kebenarannya dan liat kisaran harganya. Wow beneran ada yaa ternyata.

Processed with VSCO with a6 preset

By the way, bagi para pecinta pedes pastinya udah gak asing dong yaaa sama Richeese Factory? Coba sini ngaku anak Jogja yang beberapa tahun kebelakang pernah bela-belain pergi ke Solo naik prameks cuman demi beli Richeese doang? Wkwkwkwk toss duluuu sini. Maklum ya, dulu pas awal awal booming memang belum ada Richeese di Jogja. Sekarang mah alhamdulillah udah ada empat cabangnya yaitu di Sudirman, Jogja City Mall, Jalan Parangtritis, dan yang terakhir di Lippo Plaza (ini baru banget, kurang tau sekarang udah buka atau belum).

Setelah belakangan ini orang-orang pada pamer soal Instagram dark mode, Richeese juga ternyata juga gamau ketinggalan dong dengan ngeluarin richeese dark mode alias Richeese Black. Awalnya aku gabegitu penasaran sih sama trend trend makanan kayak gitu, tapi setelah liat banyak meme tentang Richeese Black yang berseliweran di twitter, ditambah foto tangan orang-orang yang pada item-item abis makan richeese, aku jadi terpanggil untuk nyobain juga. Dan tanpa pikir panjang akhirnya langsung ngajakin Febri buat nyobain langsung keesokan harinya.

Malam sebelumnya, Febri dengan curangnya ngeiyain ajakanku untuk makan Richeese Black tapi dia gamau pesen Richeese Blacknya doooong. Dia tetep mau pesen menu andalannya aja yaitu Combo Fire Wings Level 5. Bhaaaaaiqq beeb. Bhaaaiiiq. Dasar tida mau mengambil resiko wkwkwk. Tapiii, karena dalam lubuk hati yang terdalam  aku pun masih menyimpan keraguan akan rasanya, jadinya aku udah niatin mau tetep pesen tambahan saus BBQ nya + minta cheese yang biasa. Biar ga kecewa amat dan tetep bisa menikmati makanannya gitu kalau ternyata rasanya jauh dari ekspektasi.

Processed with VSCO with a6 preset
Combo fire wings + combo richeese black

Menu Richeese Black

Ada beberapa makanan yang masuk kedalam varian Richeese Black ini yaitu Combo Richeese Black, Richeese Black Sauce, Richeese Black Friend Fries *aku gangerti kenapa namanya friend fries instead of french fries?*, Richeese Black Lava, dan Richeese Black Ice Cream, dan Cheesy Fish Bite. Dan dari semua menu itu warnanya item, kecuali si ayam dan si cheesy fish bitenya. Itu menurut gambar ya manteman, karena pada kenyataannya aku cuma pesen Combo Richeese Blacknya dan mendapatkan ayam goreng + saus keju hitam + black lava (plus minta tambahan saus BBQ level 5 dan extra cheese seperti yang kusebutin diawal).

banner-richeese-black
Source: richeesefactory.com

Perbedaan Combo Richeese Black dengan Combo Richeese Fire Chicken Lainnya

1. Tidak ada saus BBQ dalam paket kalian

Hal yang paling mencolok dari menu yang kalian dapatkan dari Richeese Black adalah hilangnya saos BBQ khas Richeese dari menu kalian. Buat aku pribadi ini agak mengecewakan sih, soalnya aku sedoyan itu sama pedes. Aku kirain ayamnya bakalan tetep dikasih saus BBQ tapi warnanya hitam, eh ternyata yang hitam itu cuma kejunya, sedangkan ayamnya ya cuma ayam biasa dengan warna selayaknya ayam goreng richeese dengan rasa yang sama saja. Ini bisa diakalin sih dengan pesen saus BBQ lagi, tapi itu artinya kalian harus ngeluarin uang lagi untuk beli saus seharga kurang lebih Rp 5.500. Sausnya bisa request untuk langsung dicampur sama ayamnya (kayak combo fire) atau dipisah kayak punyaku.

Processed with VSCO with a6 preset
Combo richeese black. Saus BBQ dibeli terpisah diluar paket

2. Warna dan rasa saus keju

Kalau kalian pesen Richeese Black, keju yang kalian dapet warnanya hitam, bukan kuning kayak biasanya. Sebenernya ini sih inti dan juru kunci dari Richeese Black yang kalian beli. Tanpa si keju hitam ini, Richeese Black kalian tidak ada bedanya dengan ayam Olive biasa wkwkwk. Ya sama aja kayak Richeese Combo Special lah ya. Karena agak was was sama rasa saus keju hitamnya, jadi saya minta extra cheese yang biasa untuk jaga jaga. Eheheh

Processed with VSCO with a6 preset

Soal rasa kejunya, aku pribadi ngerasa kayak yang keju hitam isi sedikit lebih asin daripada yang kuning. Gak beda jauh sih sebenernya, so I dont know it’s just me or not?

Processed with VSCO with a6 preset

3. Minuman yang kalian dapatkan

Kalau biasanya kalian bisa milih antara Pink Lava atau Fruitarian Tea, nah untuk Combo Richeese Black ini menu yang bisa kalian pilih cuma Richeese Black Lava aja. Tapi kalian tetep bisa milih sih mau yang ukuran biasa atau yang gedean dikit. Berhubung aku suka ga abis kalah pesen diupsize, jadi pesen yang ukuran biasa aja.

Processed with VSCO with a6 preset

Soal rasa black lava nya sih kalau kata Febri kayak coca cola. Bedanya, ini agak asem asem gimana gitu, tapi gak seasem fruitarian tea ya temen-teman. And oh, kalau kalian pesen combo selain richeese black, kalian gak bisa milih black lava ini sebagai minuman kalian ya. Febri kemarin sempet milih yang Black Lava padahal dia pesen combo fire wings terus kata mbaknya “oh maaf mas nggak bisa”.

Harga Combo Richeese Black

Berhubung aku adalah orang yang gak suka nyimpan nota pembelanjaan jadinya notanya ku tinggalin gitu aja atau mungkin ku jadiin lap tangan sebelum mencucinya di wastafel. Mon maap jorok dikit gapapa ya hihihihi. Jadi, yaa, mon maap juga nih agak lupa harganya. Kalau gaksalah sih sama aja deh kayak Combo Fire Wings yaitu sekitar Rp 39.000. Soalnya kalau aku check di GoFood harganya Rp 42.000, sama kayak combo fire wings gitu hehe. Semoga infonya tidak salah ya manteman :”). Duh sangat tidak informative memang. Gimana sih nad niat nulis atau kagak wooooooy?

Repurchase or not?

Sejujurnya, setelah mencoba menu baru ini, hatiku tetep berada di combo fire wings level 5. Bahkan pas Febri makan pun aku sesekali melirik ke arah makanan dia sampai ditawarin “ini kalau mau ambil aja” “apa mau tukeran?” Pacar saya peka sekali memang, ya walaupun untuk tawaran yang kedua pasti dia basa basi sih. Jadi kalau ditanya mau beli atau tidak? Hmm kemungkinan besar tidak, kecuali kalau ditraktir gapapa. Nanti saya tinggal beli saus BBQ level 5 nya saja.

Selain itu, sebenernya aku agak terganggu dengan warna item item yang nempel ditangan dan bikin kotor kuku. Udah gitu kata Febri nempel-nempel juga di bibir dan di gigi hahahahah. Dan agak serem juga gaksih kalau misal gasengaja kena baju? Apalagi aku clumsy sekali. Kalau noda yang di jari sih cukup dijilat dan disedot sedot mulut juga mayan ilang, tapi ini versi jorok ya wkwk. Versi normalnya ya silahkan jalan ke wastafel dan cuci tanganmu doong yaaa. Nah kalau noda dibaju aku gatau apakah nge-stain atau tidak.

Tapiiii kalau soal rasa keseluruhan enak enak aja kok. Ya kayak kalau kalian pesen Richeese Combo Special gitu lah. Saranku sih kalau mau makan ini mendingan di take away aja biar lebih bebas makannya.

Buat yang mau nyobain, selamat mencoba yaa. Buat yang udah nyobain, please let me know what you think of it 😉