Photography, Review

Nyobain Kamera Analog Fujifilm Axion + Film Fujicolor C200

Halooo, kali ini aku mau sedikit cerita pengalaman selama –njepret njepret asal– pakai kamera analog Fujifilm Axion dengan film Fujicolor C200 sekalian nunjukin hasil fotonya. Berikut ini adalah penampakan dari keduanya:

Processed with VSCO with a6 preset
Fujifil Axion + Fujicolor C200

Hasil foto dari Fujifilm Axion ini belum pernah ku posting di feeds Instagram sih, tapi kalau di story sepertinya pernah. Btw kalau kalian sering menemukan foto di Instagram dengan hashtag #35mm dengan efek efek jadul, nah itu berarti foto-foto tersebut diambil menggunakan kamera analog. Ya walaupun bisa juga sih online shop yang jual peninggi badan ngiklan dengan hashtag #35mm.

Fujifilm Axion ini jenisnya point and shoot, jadi gaperlu mikir gimana cara fotonya, pokoknya gaperlu keahlian khusus atau tekhnik yang gimana gimana untuk menggunakan kameranya. Cocok banget buat yang anti ribet, dan maunya yang praktis praktis aja kayak aku. Cukup buka penutup lensa, intip objek yang akan difoto dari view finder, terus jepret deh. Oiya, jangan lupa juga berdoa supaya gambar yang dihasilkan tida ngaco, dan jangan sampai jari kalian menutupi lensa kameranya! Honestly, ini adalah kebodohanan yang masih terus kuulang dari kamera pertama hingga kamera ketigaku. Heran deh udah ganti kamera tetep aja penyakitnya gailang-ilang. Hati-hati ya teman teman newbieku, kalian gamau kan kalau hasil foto kalian ada bayangan tangannya seperti ini?

Tangga hotel, captured with Fujifilm Axion, film Fujicolor, and devscanned by Anakanalog.yk

Fujifilm Axion ini bukan kamera analog pertamaku, tapi gatau kenapa berkesan aja karena hasil fotonya menurutku lebih memuaskan dari kameraku yang pertama alias si Fujica M1, jadi aku pengen nulis tentang ini lebih dulu. So far, aku seneng sih pakai ini karena bentuknya kecil, pocket size banget, udah gitu warnanya juga cakep. Tipe-tipe warna yang hits ditahun 90an, ceunah. Udah gitu aku lumayan beruntung karena barangnya masih bagus, body oke dengan sedikit baret bekas pemakaian, view finder bening, flash nyala terang benderang, rewind jalan, ruang film bersih, tutup kamera ga seret. Pokoknya overall fungsional deh.

Aku cobain kamera ini untuk hunting di sekitar kawasan 0 KM Malioboro sekitar pukul 5 sore. Karena dia udah ada built in flashnya dan alhamdulillah flasnya works normally, jadinya waktu aku pakai untuk foto sore-sore pun masih aman banget. Objek bidikanku masih terlihat jelas pokoknya. Sayangnya kamera ini autoflash dan ga dilengkapi dengan tombol on off untuk flashnya, jadinya flashnya akan nyala setiap kalian motret. Terus masalahnya apa? Yaaa.. ga ada masalah apa-apa sih, cuman gabisa foto diam-diam tanpa bikin orang kaget sama flashnya aja.

Dalam hal jepret menjepret, kamera ini udah otomatis dalam hal winding and rewinding filmnya, alias udah motorized. Kalian tinggal jepret dan filmnya akan bergeser sendiri tanpa perlu muter-muter gerigi film/ngokang. Kalau filmnya sudah mentok, kalian tinggal geser tombol rewind dan filmnya akan tergulung kembali masuk ke canister. Untuk menjalankan fungsi tersebut, Fujifilm Axion ini menggunakan batre jenis AA sebanyak dua buah saja. Ngausa banya banya.

Suda ya basa basinya, sekarang kita langsung liat hasil dari Fujifilm Axion dengan film Fujicolor C200.

FUJI_C200_0794_07
Kopi Pakpos, captured with Fujifilm Axion, film Fujicolor, and devscanned by Anakanalog.yk
FUJI_C200_0794_03
Kantor Pos Besar Yogyakarta, captured with Fujifilm Axion, film Fujicolor, and devscanned by Anakanalog.yk
FUJI_C200_0794_13
Jl. Malioboro, captured with Fujifilm Axion, film Fujicolor, and devscanned by Anakanalog.yk
FUJI_C200_0794_10
Aku hehehe, captured with Fujifilm Axion, film Fujicolor, and devscanned by Anakanalog.yk

Mon maap kalo hasilnya masih pas-pasan dan terkesan ngawur, ya namanya juga masi belajar. Kalo kalian mau coba-coba main analog, kamera ini bisa banget dicobain karena gaperlu nyetting apa-apa lagi. Tapi kalau pengen serius ngulik kamera, mungkin bisa cobain range finder atau slr, bukan point and shoot kayak gini.

Yak, sepertinya segini dulu untuk cerita tentang kamera Fujifilm Axion-nya. Semoga bisa segera nulis tentang kamera-kamera lainnya. Sampai jumpa ditulisan berikutnya 😀