Beauty, Review, Sponsored post

Review Scarlett Brightly Essence Toner

Haii. Btw plis banget semoga kalian ga bosen ya baca postingan blogku belakangan ini karena lagi lagi aku bakal review produk skincare dari Scarlett Whitening. Setelah beberapa bulan ini pakai rangkaian produk skincare Scarlett, kali ini aku tergoda untuk mencoba varian terbaru dari Scarlett, yaitu Scarlett Brightly Essence Toner. Mereka nih kek ga ada jedanya gitu yaaa ngeluarin produk baru wkwk. Scarlett Essence Toner bukan cuman toner biasa, tapi toner ini mengandung essence which is manfaatnya lebih banyak dari toner pada umumnya

PACKAGING

Scarlett Brightly Essence Toner ini dibungkus dengan box persegi panjang berwarna pink dengan design yang Scarlett banget. Pokoknya kalau kamu udah sering liat produk Scarlett, kalian pasti bakal ngeh kalo itu produk Scarlett tanpa baca brandnya sekali pun. Botol essence toner ini terbuat dari bahan plastik dengan emboss Scarlett di bagian atas kemasan. Begitu buka bungkusnya, aku langsung salfok sama bulir-bulir boba yang ada di dalamnya. Dari segi packaging, aku suka sih model pump dari essence toner ini, jadi produknya gabakal keluar terlalu banyak ataupun terlalu sedikit. Udah gitu ukuran botol 100 ml ini juga terlalu besar, travel friendly lah pokoknya.

TEKSTUR

Seperti toner-toner pada umumnya Scarlett Brightly Essence Toner ini teksturnya cair, bening, tidak lengket, dan cepat menyerap dikulit. Bagiku sih kayak ada efek dingin dingin gimana gitu setelah diaplikasikan ke wajah. Beberapa orang sih bilang ada sensasi cekit-cekit atau tingling ketika pertama kali pemakaian Scarlett Essence Toner, tapi aku gak ngerasain itu sih, yaaa cuma kerasa dingin dan fresh aja.

INGREDIENTS AND BENEFITS

Ingredients : Aqua, Glyceryn, Niacinamide, Hamamelis Virginiana (Witxh Hazel) Leaf Extract, Vitis Vinifera Fruit Water, Butylene Glycol, Phenixyethanol, Propanediol, Sodium Chloride, PEG-40 Hydrigenated Castor Oil, 1,2-Hexanediol, Hydroxyethyl Urea, Dmdm Hydantoin, Disodium edta, Allantoin, Propolis Extract, Pentylene Glycol, Methyl Diisopropyl Propionamide, Ethylhexylglycerin, Sodium Lactate, Sodium PCA, Gellan Gum, Ascorbyl Glucoside, Caprylhydrocamic Acid, Aminomethyl Propanol, Urea, Chondrus Crispus Powdee, Crocus Sativus Flower Extract, Glutathione, Agar, Glyceryl Aceylate/Aceylic Acid Copolymer, Raphanus Sativus Root Extract, Tephrosia Purpurea Seed Extract, Aceylates/C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer, Tromethamine, PVM/MA Copolymer, Sodium Benzoate, Ethanolamine, Citric Acid, Potassium Sorbate, Glycine, Fructose, Inositol Lactic Acid, 2-Aminobutanol, CI 73360, CI 77891.

Sesuai dengan namanya, Brightly Essence Toner ini punya manfaat utama yaitu mencerahkan kulit. Selain itu, Essence Toner ini memiliki kandungan bahan aktif Glutathione, Vitamin C yang berkhasiat selain mencerahkan kulit wajah juga meningkatkan produksi kolagen, Witch Hazel Extract yang membantu meredakan peradangan dan mengencangkan pori-pori, Jeju Propolis Extract yang dapat meregenerasi kulit dan membuat tekstur kulit wajah jadi halus dan kenyal), Niacinamide untuk menyamarkan pori-pori, Grape Water untuk membantu melembabkan, menenangkan serta  menyegarkan kulit dan  Allantoin dengan sifat antiiritasi di dalamnya.

Butiran-butiran mirip boba di dalam Scarlett Brightly Essence Toner ini apa sih?

Jadiii, beads atau mini boba atau butiran-butiran pink cantik di dalam essence toner ini bukan hanya hiasan lho! Beads ini mengandung active ingredients yang banyak banget manfaatnya untuk kulit, yaitu Phyto Squalene yang khasiatnya sebagai anti peradangan atau antiinflamasi yang bisa mengurangi kemerahan serta pembengkakan pada kulit yang berjerawat.

Scarlett Essence Toner ini aman untuk digunakan  karena sudah teregritasi BPOM, juga bebas dari bahan berbahaya merkuri dan hydroquinon. Oh ya, satu lagi nih Scarlett Essence Toner ini cruelty-free lho. Produk ini pun aman digunakan untuk ibu hamil dan menyusui, dengan catatan dianjurkan konsultasikan dahulu dengan dokter ya sebelum pemakaian.

HOW TO USE

  • Gunakan Scarlett Essence Toner setelah mencuci wajah.
  • Tuangkan Scarlett Essence Toner secukupnya pada telapak tangan atau pada kapas (kalau aku lebih prefer menggunakan telapak tangan langsung).
  • Lalu usap dan tepuk-tepuk secara perlahan pada kulit wajah.
  • Biarkan essence toner menyerap sempurna.
  • Lanjurkan skincare regime kamu, seperti serum dan moisturizer.

Lebih baik lagi kalau kamu menggunakan rangkaian face care lainnya dari Scarlett Whitening agar produk bekerja dengan sempurna.

REVIEW

Udah dua mingguan aku nyobain produk ini dan so far aku udah ngerasain perbedaan yang signifikan sejak awal pemakaian Scarlett Brightly Essence Toner ini. Kulitku jadi benar-benar lembab dan lebih kenyal dari sebelumnya. Biasanya aku ngerasain kulit aku lembab gitu kalau setelah menggunakan serum dan moisturizer, tapi ini hanya dengan menggunakan Scarlett Brightly Essence Toner doang aku udah bisa langsung ngerasain kulit aku lembab dan terhidrasi.

Scarlett Brightly Essence Toner ini adalah produk wajib yang harus digunakan dalam skincare routineku karena multifungsi banget dan lebih efisien dalam penggunaannya, gak perlu ribet-ribet step toner dan essence yang terpisah. Ditambah dengan kandungan aktif di dalamnya yang banyak manfaatnya.

WHERE TO BUY

Buat yang penasaran sama essence toner ini, kalian bisa dapetin di Shopee Official Scarlett Whitening atau bisa cek instagram mereka di @scarlett_whitening. Kalian juga bisa pesen via Whatsapp mereka di  0877-0035-3000.

Semoga review kali ini cukup bermanfaat. If there’s anything you want to ask, don’t hesitate to leave a comment below.

Sampai jumpa di review selanjutnya ya!

Review, Sponsored post

Review Scarlett Herbalism Mugwort Mask dan Seriously Soothing & Hydrating Gel Mask

Scarlett nih kalo diliat-liat rajin banget ya ngeluarin produk baru disepanjang tahunnya. Ada yang tau produk terbarunya Scarlett? Atau malah udah cobain produk terbarunya?

Yes! Scarlett Herbalism Mugwort Mask dan Scarlett Seriously Soothing & Hydrating Gel Mask!

Jujur aku penasaran banget sih sama masker wajahnya Scarlett ini. Sebelumnya aku udah cobain rangkaian skincare lengkapnya dari mulai face wash, toner essence, serum, sampai day/night creamnya. Semuanya udah pernah aku review juga disini. Sekarang giliran aku review masker wajah terbarunya yaa!

Pada penasaran nggak nih? Cuuuus kita bahas satu persatu.

Scarlett Herbalism Mugwort Mask
Masker wajah Scarlett yang pertama ku cobain adalah Scarlett Herbalism Mugwort Mask. Masker ini claimnya bisa jadi natural exfoliator karena ada kandungan bamboo charcoalnya yang bisa membersihkan kotoran yang menyumbat pori-pori. Pas banget sih ini buat aku yang udah lama ga exfoliate muka sejak hamil sampe lahiran wkwkwk.

Selain kandungan utama bamboo charcoal, Scarlett Herbalism Mugwort Mask ini juga punya kandungan utama lain yang ga kalah keren. Kita list satu persatu yak!

1. Mugwort Extract
Scarlett Herbalism Mugwort Mask memiliki kandungan utama berupa Mugwort Extract yang kaya akan Vitamin E sehingga membantu menghidrasi dan menenangkan kulit. Mugwort Extract ini juga berfungsi sebagai anti inflamasi yang dapat membantu meredakan peradangan pada kulit berjerawat.

2. Vitamin C
Vitamin C pada Scarlett Mugwort Mask ini akan membantu mengurangi kemerahan yang diakibatkan paparan sinar UV-B, menyamarkan hiperpigmentasi sehingga dapat mencerahkan kulit, mengurangi tanda-tanda penuaan serta dapat melawan radikal bebas.

3. Glutathione
Kandungan utama yang jadi unggulan dari skincare Scarlett yaitu Glutathione. Glutathione ini tentunya akan membantu kulit menjadi lebih lembab dan nampak lebih cerah, sebagaimana Glutathione pada kandungan skincare Scarlett lainnya.

4. Niacinamide
Niacinamide ini akan membantumu menyamarkan pori-pori dan memudarkan bekas-bekas jerawat.

5. Chlorophyllin
Chlorophyllin akan berfungsi sebagai anti inflamasi dan anti bakteri yang dapat membantu mengurangi peradangan dan memperlambat pertumbuhan bakteri penyebab jerawat.

6. Green Tea Powder
Green tea powder dapat membantu mengurangi tanda-tanda penuaan kulit dan sifat antioksidan pada Green Tea dapat membantu melawan radikal bebas serta cocok digunakan oleh kulit berminyak dan berjerawat karena membantu untuk mengurangi kadar minyak dan melawan bakteri penyebab jerawat.

7. Allantoin
Sebagai salah satu kandungan utama dari Scarlett Herbalism Mugwort Mask, Allantoin akan membantu untuk menghidrasi kulit, mempercepat penyembuhan luka, dan menghaluskan kulit.

8. Enkapsulasi Salicylate
Enkapsulasi Salicylate atau Salicylic Acid yang di enkapsulasi berfungsi untuk membantu
mengontrol minyak berlebih dan merawat kulit berjerawat.

9. Galactosyl Salicylate antiseborrheic berfungsi untuk melembapkan,
sehingga wajah tidak terasa kering saat menggunakan masker ini.

Seriously Soothing & Hydrating Gel Mask
Masker dengan tekstur gel ini adalah jenis masker yang paling friendly sama jenis kulit keringku. Apalagi masker ini claimnya bisa melembabkan dan mencerahkan kulit yang kusam akibat paparan sinar matahari dan radikal bebas. Makanya aku cukup penasaran untuk cobain gel mask dari Scarlett ini.

Scarlett Seriously & Hydrating Gel Mask ini punya kandungan utama 7 Berry Extract, Centella Asiatica Extract, Ginseng Extract, Allantoin, dan Vit C. Lah banyak juga ya? Etsss ga cuma itu, masker ini juga punya kandungan lainnya yang gakalah penting. Aku sekalian list semuanya beserta manfaatnya yak.

1. Seven Berry Extract
Scarlett Seriously Soothing & Hydrating Gel Mask ini memiliki kandungan utama berupa seven berry extract. Nah, manfaat dari berbagai macam berry extract tersebut adalah
– Blackberry membantu menghidrasi kulit
– Blackcurrant membantu meredakan peradangan
– Blueberry kaya akan anti oksidan untuk membantu melawan radikal bebas
– Raspberry membantu meningkatkan produksi kolagen
– Cranberry membantu mencerahkan dan membuat kulit tampak lebih bersinar
– Acai Berry membantu mencegah tanda-tanda penuaan dini
– Strawberry membantu mengangkat sel-sel kulit mati sehingga dapat membantu mencerahkan kulit

2. Ginseng Extract
Selain Seven Berry Extract, produk Scarlett satu ini juga memiliki kandungan utama berupa Ginseng Extract yang bermanfaat untuk membantu meningkatkan produksi kolagen sehingga dapat mencegah terjadinya tanda-tanda penuaan, mampu menyeimbangkan kadar minyak pada kulit dan memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membantu kemerahan dan pembengkakan.

3. Centella Asiatica Extract
Kandungan ini akan membantu melawan efek buruk akibat radikal bebas, mempercepat penyembuhan luka, membantu menenangkan dan menghidrasi kulit, mampu meningkatkan produksi kolagen serta membantu mengatasi kulit kering, kemerahan dan iritasi.

4. Watermelon Extract
Watermelon Extract ini mengandung vitamin A, C, dan Lycopene yang mampu menangkal radikal bebas, membantu mencegah garis-garis halus di kulit, dan jerawat. Kandungan air tinggi pada buah semangka dapat berperan menjadi pelembap alami untuk menjaga kelembapan kulit.

5. Sea Cucumber
Sea Cucumber mengandung peptide dan linoleic acid. Peptide ini mengandung kolagen yang fungsinya untuk membantu menjaga dan memperbaiki kulit rusak. Kandungan linoleic acid pada sea cucumber berperan sebagai antioksidan.

6. Rosa Gallica
Rosa Gallica sebagai salah satu kandungan utama dari Scarlett Seriously Soothing & Hydrating Gel Mask menjadi sumber yang kaya akan vitamin C sehingga membuat kulit tampak lebih bercahaya

Cara penggunaan
Scarlett Herbalism Mugwort Mask dan Scarlett Seriously Soothing & Hydrating Gel Mask keduanya dilengkapi dengan spatula didalamnya yang bisa mempermudah kita sewaktu menggunakan maskernya. Jadi, kita cuma tinggal ambil masker dengan mini spatula dan ratakan masker ke seluruh wajah. Selanjutnya, diamkan masker selama
15-20 menit dan bilas hingga bersih. Simple banget kan?

Review Setelah Penggunaan Masker Scarlett Herbalism Mugwort Mask dan Scarlett Seriously Soothing & Hydrating Gel Mask
Setelah nyobain kedua masker Scarlett ini secara rutin, aku cukup happy karena kedua masker ini membuat kulitku menjadi lebih sehat. Rasanya fresh banget gitu setelah pakai maskernya. Udah gitu masker ini tuh ga ada bau aneh anehnya, jadi tetep nyaman dipakai sambil aku beraktifitas ngurus rumah dan ngurus bayi. Oiya dia ini claimnya aman buat bumil dan busui yah! Sebagai busui aku jadi ngerasa aman pakai masker ini. Dan seperti semua produk Scarlett yang udah pernah aku review, kedua masker Scarlett ini sudah teruji BPOM dan not tested on animals.

Kedua masker ini bisa digunakan untuk tipe kulit yang kering, normal, kombinasi, berminyak, rentan berjerawat, maupun kulit sensitif. Nah aku yang punya kulit normal to dry ini biasanya agak kurang cocok sama masker berjenis clay yang nanti endingnya mengering dikulit, tapi si masker Herbalism Mugwort Mask ini sama sekali ga bikin kering. Malahan setelahnya kulitku jadi lembab, enak pokoknya. Untuk masker varian Seriously Soothing & Hydrating Gel Mask, ini adem banget dimuka. Aku sih lebih suka pakai ini malem malem yaaa, biar lebih rileks gitu rasanya.

Where To Buy
Buat yang mau cobain kedua varian masker Scarlett Herbalism Mugwort Mask dan Scarlett Seriously Soothing & Hydrating Gel Mask, kalian bisa dapetin produk mereka di Shopee Official Scarlett Whitening atau bisa langsung cek Instagram mereka di @scarlett_whitening. Kalian juga bisa pesen via Whatsapp di 0877-0035-3000.

Okay that’s all, semoga review kali ini cukup membantu kalian yang lagi mau nyobain produk terbaru dari Scarlett ini. And if there’s anything you want to ask, don’t hesitate to leave a comment below.

Life, Marriage Life

Pengalaman Pasang KB Spiral/IUD Non-hormonal Copper T

Tanggal 8 Maret 2022 bertepatan dengan 4 bulan kelahiran Mochi alias Memes akhirnya aku memberanikan diri pasang KB spiral/IUD. Rencana pasang KB udah ada dari sejak aku selesai nifas,  tapi ku tunda mulu karena aku masih lumayan takut kalau organ kewanitaannku harus diotak-otik untuk masukin si KB itu. Rasanya belom mentally ready pasca melahirkan. Kebanyakan dari buibu yang pada nunda masang IUD alasannya karena ini juga kan? Hayoo ngakuuuuu!

Kalo takut pasang IUD kenapa gapake KB jenis lain aja? Kan masih ada tuh KB suntik, pil, atau implan?

Kenapa sih kok milih KB Spiral/IUD?

Jadiii, setelah aku baca-baca beberapa jenis KB yang ada dan konsul dengan bidan, aku mantep untuk pasang kontraksepsi IUD nonhormonal/tembaga dengan alasan:

  1. Praktis, sekali pemasangan dapat mencegah kehamilan dalam jangka waktu yang cukup lama. Aku pakai Copper T yang bisa dipakai sampai 5 tahun.
  2. Bisa mencegah kehamilan sampai 99% pokoknya kemungkinan hamilnya dibawah 1%.
  3. Aman untuk busui.
  4. Bisa dilepas kapan aja dan kesuburan kita juga langsung kembali. Berbeda dengan KB suntik/obat yang butuh waktu untuk mengembalikan kesuburan kita.
  5. Ga ada efek aneh aneh ke badan kayak bikin gemuk, jerawatan, dll.

Atas saran bidannya juga akhirnya aku memilih untuk memakai IUD nonhormonal Copper T alias IUD yang biasa aja dibandingkan pakai IUD yang Nova T. Cara kerjanya sama tapi harganya beda jauh bund wkwk.

IUD Copper T

Dimana pasang KB Spiral/IUD?

Aku pasang IUD di Klinik Pratama Citra Madina sama bidan yang aku udah cukup kenal. Kalo mau pasang di RS tentu sangat bisa, malah mungkin opsi KB nya lebih banyak dan bisa dipasangin sama dokter spesialis kandungan. Kalo aku sih prefer di yang deket deket aja dan yang penting aku udah kenal sama bidannya biar selama proses pemasangannya aku bisa lebih nyaman.

Oiya kata bidannya pemasangan KB spiral ini ga mesti pas haid ya, pas gak haid juga bisa asalkan sedang tidak hamil. Jadi sehari sebelumnya aku test kehamilan dulu pake testpack, soalnya pertengahan Januari dan awal Februari aku sempet keluar darah lagi kayak mens gitu loh bund, nah tapi di bulan Maret ini kok ga keluar lagi. Kata bidan sih bisa aja yang sebelumya itu efek dari kecapean.

Gimana rasanya dipasang IUD? Sakit gak?

Kalo ditanya sakit atau engga, alhamdulillah sih gak sakit, cuma memang ada rasa ga nyaman dan ngilu-ngilu waktu spekulumnya dimasukin ke vagina, dan kayak agak kram/mules gitu pas IUDnya lagi dipasang. Yaa namanya juga dimasukin alat ke dalam sana, wajar lah ada rasa kurang nyaman. Tapi masing masing orang punya pain tolerance yang beda-beda ya, jadi yang bagiku gasakit bisa aja bagi sebagian orang itu sakit. Karena beberapa temenku yang udah pasang sih bilangnya sakit, terutama pas dimasukin spekulum untuk ngebuka vagina kita.

Kunci dari pemasangan KB ini adalah kita harus rileks dan jangan spaneng biar bidan/dokternya bisa lebih gampang dan cepet masang KB nya. Kalo kita spaneng nanti tuh secara ga langsung kita jadi kayak ngeden nahan si alatnya untuk masuk lebih jauh ke dalam vagina dan rahim kita, nanti makin lama lagi prosesnya. Maka dari itu aku bener bener menyarankan untuk melakukan pemasangan KB di dokter atau bidan yang kalian udah bener-bener ngerasa cocok dan nyaman.

Proses pemasangan IUD ini memakan waktu sekitar 15 sampai 20 menitan, tiap orang bisa beda beda tergantung posisi rahimnya. Untuk step by stepnya aku kurang paham ya, yang jelas awalnya diukur dulu panjang rahimnya. Paling engga ukurannya minimal 6 cm baru bisa dilanjutkan prosedur pemasangan KB nya. Setelah proses pemasangannya selesai, Alhamdulillah rasa ga nyamannya langsung ilang sih. Kayak biasa aja, ga ada rasa apa apa.

Apa reaksi setelah pemasangan IUD?

Kalau aku pribadi sih ga ada keluhan yang parah banget. Kan katanya ada tuh yang sampe sakit banget perutnya, pusing, dll. Yang kerasa di aku sih cuma mual dan kram kayak pas mau mens gitu. Awalnya kramnya agak intens, nanti lama lama berangsur-angsur berkurang. Kalau mualnya baru kerasa banget keesokan harinya. Kalo misal ada keluhan nyeri yang gimana-gimana, nanti tinggal minum obat pereda nyeri dan antibiotik aja bund, soalnya setelah pasang KB emang dikasih kedua obat. Antibiotiknya wajib dihabiskan ya bund, kalo pereda nyerinya cukup diminum kalo memang ada keluhan nyeri aja. Tapi kalo sakit banget gak tertahan mending konsul lagi sama bidan/dokternya.

Chek up setelah pemasangan KB

Setelah KB terpasang, kita masih harus cek up  lagi soalnya diawal pemasangan masih rawan geser. Jadi kemarin aku dijadwalkan untuk USG di hari minggu alias 5 hari setelah pemasangan IUD. Dari hasil cek up, diketahui kalo posisi IUD ku tuh agak turun kata dokternya. Beliau bilang biasanya posisinya tuh agak diatas. Nah aku juga agak bingung tuh, ini emang geser atau emang bidannya masangnya agak dibawah wkwkwk. Dokternya bilang kalo posisi IUD nya seperti ini, biasanya bakal sakit saat berhubungan intim. Tapi pas ku coba sih ga ada sakit sama sekali wkwkwk.

Berhubung posisinya IUD nya kurang optimal, aku konsultasi lagi sama bidan yang pasang. Serem juga dong bund kalo tiba-tiba muncul Mochi kedua gara-gara posisi IUDnya gabener.  Bu bidan menyarankan untuk dinaikkan lagi posisi IUDnya, takutnya emang begeser. Hadeeeh diubek ubek lagi deh uweeeee.

Akhirnya hari ini (17 Maret 2022) aku check up ke bidan lagi dan ternyata posisinya IUDnya emang udah turun, bukan cuma agak tapi udah lumayan banyak turunnya. Kalo dibiarin bisa lepas. Akhirnya diputuskan untuk melepas IUD yang lama dan pasang yang baru, dan dijadwalin check up seminggu lagi. Berasa ngulang dari awal lagi huhuhu. Kali ini check upnya disarankan manual dulu alias langsung diliat sama bidannya, nanti bulan depan baru check pakai USG. Nanti semingguan lagi aku update yaaa kondisinya kalo ada apa apa. Semoga sih aman-aman aja.

Berapa biaya pemasangan KB IUD?

Setelah aku update story, banyak yang penasaran sama biaya pasang KB IUD ini. Kemarin aku kan pakai yang Copper T, nah ini biayanya 270ribu, udah termasuk obat antibiotik dan asam mafenamat, terus USG nya 150ribu. Kalau pakai yang Nova T harganya bisa sampai 700ribuan untuk alat KB nya aja, belom lagi nanti kudu USG lagi. Dua-duanya sama sama IUD non hormonal yang ada tembaganya, cara kerjanya juga sama. Bedanya cuma dari segi ukuran dan bentuknya aja. Lagian aku dan mas suami berencana lepas KB dalam 2-3 taunan, mau mencoba bikin adonan mochi lagi wkwkwk.

Kurang lebih segitu dulu pengalaman pasang KB IUD yang aku lakuin. Nanti kalau ada info terbaru akan aku update lagi tulisan ini. Kalo mau nanya nanya yang belom aku ceritain disini boleh banget looooh mau via comment atau DM ke IG aku.

See you on the next blog post ♡

Beauty, Review

Review The Face Shop Herb Day 365 Master Blending Cleansing Cream Acerola and Blueberry

Pertengahan Agustus kemarin aku dimintain tolong beli sabun muka buat Mas Andra, soalnya sabun muka dia udah abisbisbis ampe tube-nya dipenyok-penyokin buat ngeluarin isinya. Sebenernya ini kurang afdol soalnya tubenya gasampe digunting dan dikorekin isinya pake jari.

Sabun muka yang biasa dipake Mas Andra tuh The Face Shop Herb Day 365 Master Blending Cleansing Foam Acerola. Selama pemakaian 2 taun ini dia udah ngabisin 3 tube dan gamau ganti sabun lain, gatau deh siapa yang awalnya rekomendasiin produk keluaran Korea ini ke dia. *eaa jealous lau Nad?

Setelah barangnya datang dan ku unboxing, aku sama sekali ga ada bad feeling apa-apa. Pokoknya hal aneh baru terjadi ketika Mas Andra lagi cuci muka terus ngeluh kalo sabunnya licin dan gak berbusa. Hmm kinda sus nih. Terus akhirnya kita baca tulisan ditubenya dan ternyata tube yang lama tulisannya cleansing foam, sedangkan yang kubeli tulisannya cleansing cream. Hhhh kesyeeeel salah beli.

Tapi walaupun salah beli, kita tetep pake The Face Shop Herb Day 365 Master Blending Cleansing Cream Acerola and Blueberry kok, soalnya di rumah cuma ada micellar water buat bersiin kotoran di wajah, yaa itung-itung biar bisa direview juga.

Packaging

The Face Shop Herb Day 365 Master Blending Cleansing Cream Acerola and Blueberry dikemas dalam tube plastik berwarna putih dengan tutup fliptop berwarna putih juga. Designnya simple dan gak norak sih, cuman ada gambar buah yang nunjukin variannya. Dari segi bentuk persis kayak tube facial foamnya, bedanya si facial foam tutupnya warna hijau tua (new packaging, dulu mah sama sama putih juga). Walaupun dari segi tutup lumayan aman, tapi dengan isi 170 ml ini lumayan gede dan kurang praktis untuk dibawa traveling.

Description

Mengutip dari official website mereka, The Face Shop Herb Day 365 Master Blending Cleansing Cream Acerola and Blueberry ini adalah oil-based cream cleanser yang cocok untuk kamu dengan kulit kering, atau sebagai first cleanser untuk mengangkat makeup dan sisa sunscreen. Cleansing cream ini mengandung bahan-bahan herbal dan ekstrak buah yang menutrisi kulit. Kandungan Acerola & Blueberrynya dapat membantu mencerahkan sambil membersihkan kulit kamu tanpa efek kering.

Berhubung kulitku normal cederung kering dan nggak acne prone, aku cukup cocok pakai cream cleanser ini. Sebenernya claim produknya sih for all skin types, tapi kalau misal kalian kulitnya acne prone aku saranin untuk lebih hati-hati aja soalnya cleanser jenis oil-based gini cenderung mudah menyumbat pori-pori kulit, takutnya malah break out.

Ingredients

Mineral Oil, Water, Cetyl Ethylhexanoate, Glycerine, Cetearyl Alcohol, Octyldodecanol, Glyceryl Stearate, PEG-100 Stearate, Polysorbate 60 Sorbitan Stearate, Caprylyl Glycol Dimethicone, Lilium Candidum Flower Extract, Aspalathus Linearis Extract, Salvia Officinalis (Sage) Leaf Extract, Borago OFficinalis Extrac Centaurea Cyanus Flower Extract, Anthemis Nobilis Flower Extract, Malphighia Punicifolia (Acerola) Fruit Extract, Vaccinium Angustifolium (Blueberry) Fruit Extract, Euterpe Oleracea Fruit Extract, Phylanthus Emblica Fruit Extract, Potassium Cocoyl Glycinate, Carbomer, Tromethamine, Trisodium EDTA, Butylene Glycol, Eclipta Prostrata Extract, Moringa Oleifera Seed Oil, Melia Azaorachta Leaf Extract, Parfum/Fragrance.

Untuk kalian yang kulitnya super sensitive, kalian coba check dulu ya apakah ada ingredients diatas yang sekiranya bisa jadi potential irritant bagi kulit kalian, kayak fragrance misalnya. Kulitku sih soalnya kulit badak, jadi so far dipakein apa aja masih aman.

How to use

Hal lain yang bikin aku ngeh kalo salah beli produk adalah cara pemakaian cleanser yang ada di belakang kemasan: dispense a sufficient amount and apply evenly over entire face. Massage until makeup dissolves and wipe with a tissue. Finish with foaming cleanser. Ini mah kayak bersihin muka viva milk cleanser, sih.

Tapi aku cukup menikmati proses membersihkan wajah pake cream cleanser ini, soalnya enak aja gitu mijet-mijet muka sambil ngerasain creamnya melt dimuka. Udah gitu dia gak sticky sama sekali dan gak ada wangi yang mengganggu, ya secara kandungan fragrancenya emang paling sedikit sih. Pas abis dibersihin pakai tissue pun langsung ga ada sensasi lengket, malah kayak abis pake moisturizer aja rasanya.

Conclusion

Setelah hampir satu bulan pemakaian (walaupun ga tiap hari pakai sih, hehehe) aku ga ngerasain ada efek negative apa-apa. Dia cukup oke buat bersiin muka kalau misal aku abis pakai makeup, soalnya kadang aku pakein micellar water lagi tuh kapasnya tetep bersih gitu. Tapi aku belum pernah nyobain gosok-gosok sisa mascara dan eyeliner pakai ini ya, lebih baik pakai yang khusus eye makeup remover aja. Tapi so far sih dia wanginya gak menyengat dihidung dan gak bikin mata pedes, jadi moment mijat-mijat mukanya bisa lebih lama dan lebih maksimal buat ngangkat kotoran dimuka.

Cleansing cream/oil-based cleanser emang biasanya relatif lebih mahal daripada micellar water/water-based cleanser. The Face Shop Herb Day 365 Master Blending Cleansing Cream Acerola and Blueberry dengan isi 170 ml harganya adalah Rp 110.000 (di ecommerce bisa lebih murah around 80-90ribu-an), sebenernya lumayan affordable ya karena abisnya bakal lumayan lama, kecuali kamu tiap hari makeup an tebel yang butuh berkali kali bersiin muka.

So, will I repurchase this product? Hmm maybe no. Sebenernya ini produknya enak beneran sih, but I think I’ll find a more affordable product on the market. Emak emak harus mulai berhemat cuy. Tapi aku tetep kasih dia rating ⭐⭐⭐⭐☆/⭐⭐⭐⭐⭐ for its cleansing ability, cause like what I’ve said, it’s just that good.

Segitu dulu ya review kali ini. Sampai ketemu direview selanjutnya ❤

journaling, Life

My Journaling Activity in 2021

Haiiii! Kalau misal kalian follow Instagramku, kalian mungkin sering liat aku upload content seputar journaling; baik di story atau pun feeds. Pertama kali aku upload journalku tuh kayaknya awal 2017 deh, jaman masih pakai DIY notebook ala Midori gitu. Tahun 2018 sampai 2019 aku sempet on-off journaling karena mager sampai akhirnya beneran aktif lagi dengan cukup konsisten di pertengahan 2020 sampai sekarang.

Kali ini aku mau update lagi seputar journaling activity ku di tahun 2021 sekalian nunjukin beberapa printilan journaling yang aku pakai, dan juga sedikit cerita soal kelas, webinar, ataupun workshop journaling yang pernah aku ikutin. Loh ada webinar dan classnya? Ada dong! Kayaknya dimasa pandemi gini banyak banget gaksih online class dan webinar yang menarik bermunculan? Btw kalo ada yang punya info kelas menarik boleh banget share di comment section, siapa tau ada yang butuh.

Mungkin sebagian ada yang masih bertanya-tanya, journaling itu apaansih? Journaling itu pada dasarnya mirip mirip sama nulis diary. It’s an activity where you can pour your thoughts, feelings, emotions, whatnots into a writing in the hope that you can understand and process them better. Dan sama halnya kayak diary, journaling pun bisa dilakuin bebas kapan aja sesuka kamu. Mau diisi setiap hari, seminggu sekali, sebulan sekali juga gapapa. Intinya: bebas!

Aku pribadi ngisi journalku sesuai kebutuhanku, jadi isi tiap bulannya bisa beda konsepnya. Tiap akhir bulan aku selalu bikin monthly spread untuk diisi sama kegiatan bulan berikutnya. Punyaku sih isinya so far cuma jadwal webinar seputar kehamilan dan journaling, jadwal check up ke dokter atau puskesmas, yoga class, atau apa aja yang menurutku penting untuk diingat. Isinya juga cuma singkat aja, ga ada penjelasan yang detail karena emang spacenya juga terbatas. Biasanya cuma aku tulis “Webinar prenatal yoga 4pm via zoom with Gaia“. Kurang lebih kayak gini monthly speadku untuk bulan September, 1 halaman full untuk cover pagenya, dan halaman sebelahnya untuk tabel tanggalnya.

Selain monthly spread, kadang aku juga bikin weekly spread kalo aku lagi ngerasa minggu itu banyak yang harus aku notes, atau kalau misal aku lagi pengen tau gimana keadaan hatiku dengan nulis rutin tiap malam, even though itu cuma 1 sampai 3 kalimat pendek. Karena ini dibuat sesuai kebutuhanku, jadi dalam sebulan aku ga selalu bikin weekly spread tiap minggu, kadang cuma minggu pertama, kedua, pokoknya pretty much up to me. Bagiku ga ada keharusan untuk selalu nulis kalau emang dirasa lagi ga ada yang perlu ditulis.

Taun 2020 aku selalu bikin weekly spread tiap minggu, dan pada saat aku skip gak bikin template untuk 1 minggu, rasanya kek dah gagal gitu dalam journaling. Terus endingnya aku malah jadi berhenti journaling karena ngerasa “yah kelewat seminggu, dah gak oke nih journalku”. Hayoo siapa yang kayak gini juga? Padahal mah ya gapapa kali skip nulis seminggu, toh ga ada yang bakal nilai journal kita isinya kayak gimana. Dan alasan ini juga sih yang bikin banyak orang ragu untuk mulai journaling: takut gak bisa konsisten nulis, atau takut bosen ditengah jalan. Tapi ya gapapa sih, wajar, I’ve been through that phase as well, even a few times.

Terus apa yang aku lakukan? Jadi, setelah aku suka ikut journaling class atau webinar journaling dan dapet insight baru, I changed my journaling style. Yang awalnya pakai template yang harus diisi tiap hari dalam seminggu berubah jadi journal suka-suka. Even sisi virgoku yang ribet, banyak mikir, dan a little too perfectionist mulai bisa menerima kalau my journal is my very personal space dimana aku bisa bebas nulis apa aja dan kapan aja, tanpa harus mikirin sisi estetiknya, in fact it can be ugly too. Kadang aku nulis cerita setengah halaman, dan setengah halamannya aku isi dengan hiasan. Kadang aku isi dengan journaling challenge yang aku dapet dari grup komunitas journaling di telegram. Btw ngehias journal tuh bisa jadi cara untuk self-healing dan untuk mengasah kreatifitas juga. Well, even though my journal is not that pretty, I still like it ❤

Speaking of journaling class, pertama kali aku ikut tuh sekitar bulan Maret 2021. Waktu itu, salah satu temen Instagramku ngadain online workshop dan kebetulan materinya adalah Intentional Journaling yang diisi oleh kak Maya (@Lulana__) owner dari Soleluna Shop. Selain dapet materi, kita dapet journaling kit yang gemes untuk dipake pas sesi journaling bareng. Oiya buat yang penasaran, nama akun IG online workshopnya adalah @tumuci_, kalian bisa check langsung karena workshopnya macem-macem, gak cuma journaling doang. Dan untuk kak Maya, dia juga suka ngadain journaling class dan journaling session baik yang gratis ataupun berbayar. Aku juga join Community Lulana Life punya kak Maya di telegram, biar nambah temen untuk share seputar per-journaling-an juga. Ini lumayan banget untuk nambah motivasi dalam journaling.

Selain join komunitas journaling, hal yang bikin semangat dalam journaling adalah printilan yang gemes a.k.a colorful brushpens, cute stickers, washitapes, various kind of papers etc. Benda-benda ini yang biasanya aku pakai untuk ngehias journalku. Aku biasanya beli di shopee, random aja sih beli di store manapun yang penting ongkirnya gak mehong atau free ongkir. Kalian bisa juga check shopeenya Soleluna Studio karena kak Maya juga jual notebook, sticker lucu, healing tea, dll. Aku sih penasaran banget sama notebooknya soalnya kertasnya tuh HVS 160 gsm, lebih tebel dari notebook pada umumnya.

Gemees kan yaaa printilannya? Tapiii, perlu kalian notes bahwa benda-benda ini adalah penunjang journaling yang seharusnya membantu kamu dalam ngehias journalmu, bukannya malah ngeribetin dan bikin kamu ngerasa terbebani untuk ngehias journal in certain way dengan benda tersebut. Banyak kok yang journalnya polosan, cuma ditempel sticker kecil kecil, atau cuma pake brushpen untuk hand lettering atau gambar hiasan. Carilah journaling style yang bikin kamu nyaman. Sok iye banget gak sih advicenya? Hahaha padahal mah dulu aku juga kayak gini, ribet ama hiasan terus jadi mager nulis, atau kalau pas hiasannya jelek jadi ilang moodnya. Sekarang sih alhamdulillah dah gak gitu sejak menerapkan mindset our journal can be ugly.

Btw sekarang aku pakai 2 notebook; 1 untuk journaling biasa, dan 1 lagi pregnancy journal specially dedicated to mochi (panggilan kesayangan untuk janin di dalam perutku hihihi) untuk nulis hal yang terjadi di masa kehamilanku. Notebook yang ku pakai dua duanya A5 dan dotted ya, soalnya aku kurang suka yang ruled ataupun polos. Notebook yang hitam merknya bukuqu dan jenis kertasnya HVS 100 gsm jadi enak kalo ditempel sticker, sedangkan yang coklat dari leonpaperworks dengan kertas bookpaper 72 gsm, jadi kurang tebel untuk ditempel sticker apalagi kalau nempelnya pakai lem, tapi overall masih enak kok untuk nulis.

Yang hitam untuk journal hiasa, yang coklat untuk mochi

Buat temen-temen yang mau mulai journaling, especially yang udah nyiapin buku dan printilannya, semoga kalian bisa segera mulai ya. Mungkin kalian bisa coba pakai journaling prompts sebagai pancingan tulisan kalian. Coba deh check pinterest juga, banyak banget insponya. Kalian juga bisa ceritain kegiatan atau perasaan kalian dihari itu selayaknya diary kalian jaman SD dulu, well that’s pretty much what I’ve been doing up until now. Malah kadang aku cuma nulis quote bagus yang ku temuin di Instagram, as a reminder aja gitu.

Semoga tulisanku kali ini cukup membantu temen-temen yang penasaran akan journaling, ya. Atau kalau ada yang suka journaling juga, boleh banget share pengalamannya di comment section, siapa tau menambah insight untukku dan yang lainnya. I would always love to learn anything from anyone!

See you on the next post 💕